0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sindikat Gembos Ban dan Pecah Kaca Mobil Berhasil Diringkus Polisi

Klaten — Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten berhasil meringkus 3 pelaku sindikat gembos ban dan pecah kaca mobil.

Awalnya petugas meringkus 2 tersangka masing-masing adalah Andi Saputra (27) warga Jl. Affandi CT X/ 23, Karangasem Santren, Catur Tunggal, Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta dan Widodo Kesuma ( 37) warga Jl Garuda 04, Bandung Ujung, Lubuk Linggau Barat I, Kota Lubuk Linggau, Provinsi Sumatra Selatan.

Dari hasil pengembangan akhirnya salah satu tersangka lainnya Mulyadi (31) warga Jl Garuda, Talang Bandung Ujung, Lubuk Linggau, Sumatra Selatan berhasil diringkus.

Di hadapan Polisi, tersangka Andi Saputra mengaku aksi gembos ban dilakukan dengan bermodal paku yang ditancapkan di sandal. “Sudah sebanyak 15 aksi gembos ban dan pecah kaca di wilayah Klaten,” ujar Andi Saputra kepada Timlo.net, Kamis (5/9).

Sedangkan dalam melakukan aksinya mereka selalu bersama kelompoknya berjumlah sekitar 5 orang dam selalu berganti-ganti, yang jumlah pelaku diperkirakan ada 12 orang. Modus yang digunakan para tersangka selalu mencari korban berupa mobil yang sedang berhenti di lampu traffic light.

Setelah berada di samping mobil, tersangka langsung melemparkan sandal yang sudah diberi paku baja didepan mobil. Begitu mobil jalan, ban mobil akan menginjak paku baja dan beberapa waktu kemudian ban mobil akan kempes. Saat pengemudi turun dari mobil tersangka yang sudah mengikuti dari belakang langsung mengambil barang berharga yang ada di dalam mobil.

Wakapolres Klaten Kompol Endrasetyawan Setyowibowo mengungkapkan para tersangka berhasil diringkus setelah melakukan aksinya pada Jumat (30/8) lalu di Bonyokan, Jatinom dengan korban Anwar Rosidi (59).

Dari hasil penyidikan aksi para pelaku dilakukan secara berganti-ganti dengan kelompoknya, sehingga bisa dikatakan suatu sindikat. Mereka bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan/ dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara. Hingga kini petugas masih mengejar teman tersangka yang masih buron yang berjumlah 9 orang.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge