0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tertipu Yayasan Arisan Haji Asy-Syifa, 128 Calon Haji Terancam Gagal Naik Haji

Klaten — Ratusan calon haji di wilayah Klaten dan sekitarnya tertipu Yayasan Arisan Haji Asy-Syifa Klaten. Para korban yang merupakan peserta arisan haji itu, selain sudah membayar Rp 160.000,- per bulannya hingga puluhan bulan, mereka juga telah menyetorkan uang antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta agar bisa mendapatkan porsi haji.

Namun, ternyata pihak yayasan hanya mendaftarkannya melalui dana talangan Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Klaten tanpa sepengatahuan peserta arisan dan selanjutnya pihak yayasan tidak membayar angsuran ke bank.

Ratusan korban penipuan Yayasan Asy-Syifa yang beralamatkan di Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 38 Klaten, Kamis (5/9) siang dikumpulkan pihak Bank Syariah Mandiri (BSM) di gedung Sierad PDM Klaten. Mereka dikumpulkan untuk diberi penjelasan agar segera melunasi dana talangan haji sebesar Rp 22.500.000,- untuk setiap peserta, dengan diberi jangka waktu selama setahun kedepan.

Mendengar penjelasan dari pihak BSM, beberapa calon haji peserta arisan haji Yayasan Asy-Syifa menangis sebab merenungi nasib dana yang tidak jelas.

“Saya bukan peserta dana talangan dari Asy-Syifa tetapi dimasukkan program itu dan tahu-tahu diminta kembali melunasi dana talangan sebesar RP 22.500.000, uang dari mana lagi?” ungkap Sugiarti, warga Masaran, Sragen dengan tangis terbata saat beraudiensi dengan pihak BSM.

Hal yang sama juga diungkapkan Taufiq Adi yang mengantarkan ibunya sebagai salah satu peserta arisan haji Asy-Syifa, dirinya mengaku tertipu dengan diikutkannya melalui dana talangan BSM. “Ibu saya sudah menyerahkan dana ke Asy-Syifa 16 juta ternyata Asy-Syifa menyerahkan untuk dana talangan BSM sekitar 5 jutaan, padahal ibu saya belum pernah tanda tangan akad, belum pernah melihat buku rekeningnya dan sama sekali gak tahu tentang dana talangan. Setelah saya telusuri ke Kemang ternyata ibu saya ikut dana talangan BSM,” ujar Taufiq kepada Timlo.net.

Menanggapi tentang pemalsuan tanda tangan para peserta arisan saat diikutkan dana talangan, Pihak BSM, Oktavianto Budhi N, menyatakan kalau BSM tidak meminta tapi menitipkan kepada Asy-Syifa. “Jadi kesalahan mutlak ada di Asy-Syifa yang memalsukan karena saat diserahkan ke BSM berkas sudah lengkap ada KTP dan KK. Sedangkan solusinya saat ini dana talangan kami perpanjang 1 tahun silahkan tanda tangan,” ungkap Oktavianto.

Oktavianto menambahkan jumlah peserta arisan haji Asy-Syifa yang diikutsertakan melalui dana talangan haji BSM ada sebanyak 128 orang. Sedangkan total utang Asy-Syifa kepada BSM saat ini mencapai 12 milyar.
Pertemuan yang berlangsung sekitar 3 jam lebih itu belum juga menemui kesepakatan, akhirnya pihak BSM memberikan tenggang waktu hingga Senin depan kepada para peserta Arisan Asy-Syifa yang diikutkan dana talangan untuk menandatangani surat pernyataan kesediaannya untuk melunasi dana talangan selama setahun kedepan agar porsi haji tidak tercoret.

Sedangkan pihak peserta arisan akhirnya dibentuk Tim khusus untuk melakukan pendekatan dengan pemilik Yayasan Asy-Syifa Drs. H. Suratman.

Sementara pihak Asy-Syifa belum bisa dikonfirmasi, karena kantor yang biasa digunakan Yayasan Asy-Syifa saat ini sudah tutup, bahkan semua papan nama yang ada sudah dicopot.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge