0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mantan Presiden Pasoepati Sesalkan Insiden di Manahan

Mayor Haristanto, mantan Presiden Pasoepati (dok.timlo.net/redaksi/aji)

Solo —  Mantan Presiden sekaligus pendiri Pasoepati, Mayor Haristanto merasa sedih dan terpukul melihat efek kericuhan yang terjadi dalam laga Persis Solo melawan PSS Sleman yang digelar di Stadion Manahan, Rabu (4/9) kemarin. Pasca kericuhan yang terjadi di Stadion Manahan Rabu sore, tujuh orang menjadi korban amukan suporter yang melakukan sweeping di dalam stadion.

Tujuh penonton mengalami luka-luka hingga ada yang kritis akibat tindakan anarkis suporter. Saat ini lima korban suporter masih dirawat intensif di RS Brayat Minulya Solo. Sedangkan dua korban lainnya sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

“Saya prihatin sekali ini, betul-betul saya miris sekali melihat korban tadi. Saya sangat menyesal sebagai warga Solo dan warga Pasoepati,” terang Mayor kepada sejumlah wartawan saat membesuk korban di RS Brayat Minulya, Kamis (5/9) siang.

Mayor yang menjadi Presiden Pasoepati saat pertama kali didirikan, menyebut suporter Pasoepati gagal dalam menjadi tuan rumah yang baik saat pertandingan kemarin. Rivalitas antara Solo dan Jogja memang sudah berlangsung lama, menurut Mayor Pasoepati tidak semestinya melakukan tindakan berlebihan yang berujung jatuhnya korban luka.

Apalagi Pasoepati merupakan salah satu garda depan sebagai pioner dari gerakan Revolusi Citra Baru Suporter Indonesia sejak lama. “Ini seolah-olah seperti sengaja menumpahkan amarah dan niat jahat. Saya nggak habis pikir suporter Solo bisa seperti itu,” tambah Mayor.

“Untuk mencari solusi mengurangi ataupun bahkan menghentikan pertikaian antara suporter Solo dengan Jogja, Mayor menganggap butuh waktu yang lama. “Butuh waktu, kedua pihak harus cooling down dulu. Untuk Pasoepati sebagai tuan rumah harus bertanggung jawab,” pungkas Mayor.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge