0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TPA Putri Cempo Terbakar, Ini Tanggapan Ketua DPRD

Ketua DPRD Solo, YF Sukasno melakukan inspeksi mendadak ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres (Dok.Timlo.net/ Daryono)

Solo — Ketua DPRD Solo YF Sukasno enggan berspekulasi terkait kemungkinan pembakaran sampah oleh pihak tertentu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres. Menurutnya, kebakaran sampah secara alami sangat memungkinkan dalam kondisi cuaca kemarau saat ini.

“Kebakaran itu bisa alami tetapi juga bisa disengaja. Saya tidak mau menduga-duga ada pembakaran secara sengaja. Yang pasti sampah yang dibuang masyarakat kita kan beragam. Ada korek api, ada daun-daun. Misalnya korek api yang ada gasnya dan kemudian kena panas kan bisa saja meledak. Artinya kebakaran secara alamiah itu sangat mungkin terjadi,” katanya kepada Timlo.net, Kamis (5/9) di gedung dewan.

Terlebih dengan tumpukan sampah, sambungnya, kondisi sisi bawah pastinya menimbulkan gas yang kemudian didukung panasnya cuaca yang menyebabkan mudah terbakar. Kebakaran di TPA, tambahnya, sulit diantisipasi jika perilaku masyarakat yang membuang sampah tidak berubah. Harusnya sebelum dibuang, masyarakat memilah mana sampah organik dan mana sampah anorganik. Namun kenyataanya hal itu belum bisa dilakukan masyarakat.

Sementara, Anggota Komisi II, Yulianto Indratmoko mengatakan pihaknya menilai tidak menutup kemungkinan kebakaran di TPA disebabkan oleh unsur kesengajaan. “Ya bisa saja unsur kesengajaan. Ya bagaimana, ini kan soal perut. Pemulung seharusnya tidak boleh membakar sampah. Kalau sampai membakar sampah ya harus kena sanksi,” katanya.

Diterangkannya, pembakaran sampah bisa dilakukan namun harus mendapat izin dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Selain itu, pihaknya meminta dilakukannya pengawasan yang lebih intens sehingga kejadian kebakaran sampah di TPA tidak terulang.

“Harus ada pengawasan intens. DKP bisa minta bantuan personil untuk pengawasan. Apalagi kalau terbukti melakukan pembakaran kan ada dendanya sampai Rp 50 juta. Namun, harus diperingatkan dulu,” pungkas dia.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge