0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kementerian Perdagangan Incar Produsen Nakal

Solo — Kementerian Perdagangan (Kemendag) tampaknya cukup konsisten mengincar para produsen nakal. Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen hingga kini terus melakukan pengawasan barang beredar.

Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan, Inayat Iman, mengatakan pemerintah tak segan-segan menerapkan sanksi pidana pada produsen nakal yang melanggar ketentuan.

Baik itu pelanggaran terhadap ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI), manual kartu garansi maupun sistem pelabelan. Berdasarkan hasil temuan yang ada, hampir 70 persen pelanggaran berasal dari produk impor.

“Sekarang kami sedang melaksanakan terus-menerus pengawasan. Adapun dari temuan-temuan kami hampir 70 persen adalah barang impor. Jadi kami akan segera menindaklanjuti,” tandas Inayat Iman kepada wartawan, di sela-sela acara ‘Sosialisasi Teknis Tata Cara dan Hasil Pengawasan Barang Beredar dan Jasa’, di The Sunan Hotel Solo, Kamis (5/9).

Lebih lanjut, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk bisa menjadi konsumen cerdas. Dalam pengertian, masyarakat harus jeli terhadap produk baik mengenai SNI, manual kartu garansi maupun tanggal kadaluwarsa pada produk makanan dan minuman. Termasuk mengetahui kewajiban dan hak-hak konsumen.

Sementara Walikota Solo Hadi Rudyatmo, dalam kesempatan yang sama meminta kalangan pelaku usaha lebih selektif dalam memasarkan produknya. Dengan begitu ada jaminan keamanan atas produk yang dipasarkan.

“Jadi harapannya kalau ada kegiatan-kegiatan seperti pasar murah, mohon dicek dulu masa expired (kadaluwarsa). Kalau expired-nya misalnya tinggal tiga hari ya nggak usah dijuallah,” serunya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge