0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelaksana Proyek Pasar di Solo Terancam Pinalti

Honda Hendarto, (dok.timlo.net)

Solo —  Penyelesaian pembangunan 2 dari total 3 pasar tradisional di Kota Solo masih di bawah 50 persen hingga awal September ini. Pelaksana proyek terancam kena sanksi pinalti jika tidak merampungkan pembangunannya di akhir tahun ini.

Dari 3 pasar tradisional yang sedang dibangun, hanya pasar Pasar Kliwon saja yang sudah mencapai 70 persen. Dua pasar lainnya masih di bawah 50 persen, yakni pasar Gilingan yang baru selesai 21 persen dan pasar Elektronik Pakaian dan Besi (Elpabes) yang baru menyelesaikan 40 persen dari total pembangunannya.

“Secara lisan, kemarin kami sudah ketemu dengan pelaksana. Ketiga pasar itu, kami minta November harus selesai,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Solo, Honda Hendarto, Kamis (5/9).

Sebelumnya, jajaran Komisi III DPRD Solo melakukan peninjauan terhadap pembangunan di ketiga pasar tersebut. Para anggota Dewan memberikan langkah solutif dengan menambah jumlah Tenaga bangunan agar penyelesaian pembangunan pasar bisa cepat selesai.

“Yang jelas kami menekankan pada pelaksana proyek untuk menepati batas waktu pengerjaannya. Tidak boleh ada pengunduran waktu lagi,” terangnya.

Menurutnya, meski ada himbauan percepatan pembangunan pada 3 pasar tersebut, dari sisi kualitas bangunan tidak akan berubah. Penambahan jumlah tenaga bangunan hanya berkorelasi pada penambahan kuantitas penyelesaiannya saja.

Di satu sisi, proses awal pembangunan pada 2 pasar, yakni pasar Gilingan dan pasar Elpabes molor karena masalah teknis. Hal itulah yang menyebabkan waktu penyelesaian pembangunan ikut mundur dari jadwal.

“Banyak pelelangan yang mundur dari perencanaan, yang menyebabkan November baru selesai,” tegasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge