0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Apakah Microsoft Membeli Nokia dengan Harga yang Terlalu Murah?

Nokia Lumia 1020. (Dok: Timlo.net/ EVLeaks)

Timlo.net—Microsoft membeli divisi Devices & Services milik Nokia dengan divisi Sales & Marketing seharga $4.99 milyar (Rp49 trilyun) dan perusahaan itu akan membayar ekstra $2.17 milyar (Rp21 trilyun) untuk membeli lisensi dan hak paten milik Nokia selama 10 tahun.

Angka $4.99 milyar bagi orang awam memang terkesan seperti uang yang sangat banyak. Tapi bila dalam kasus pembelian Nokia, apakah jumlah ini cukup?

Sebagai contoh, Microsoft membeli Skype seharga $8,5 milyar (Rp85 trilyun), lebih banyak dari jumlah pembelian Nokia. Memang Skype menawarkan layanan dan software VoIP yang populer, tapi dibandingkan dengan divisi Devices Nokia yang memiliki 32 ribu pegawai yang bekerja di bagian R& D, desain, pabrik, penjualan dan pemasaran maka seharusnya Nokia dibeli lebih mahal.

Bandingkan dengan tindakan yang dilakukan Google dua tahun lalu saat membeli divisi Mobility Motorola. Raksasa mesin pencari itu membayar senilai $12,5 milyar (Rp125 trilyun) termasuk hak paten dan lain-lain. Padahal Motorola sudah babak belur pada tahun 2011.

Nokia sendiri pernah melakukan akuisisi NAVTEQ pada 2007 seharga $8.1 milyar (Rp81 trilyun) yang merupakan asal dari aplikasi HERE Maps. HERE akan tetap menjadi bagian dari Nokia dan Microsoft akan membuat pembayaran tersendiri untuk lisensi selama 4 tahun. Waze yang baru berdiri dibeli oleh Google hampir senilai $1 milyar (Rp10 trilyun), jadi berapa banyak uang yang akan Microsoft gunakan untuk membayar HERE sedangkan mereka hanya membayar $2 milyar (Rp20 trilyun) untuk semua hak paten Nokia selama 10 tahun?

Tentu saja, ada perusahaan-perusahaan lain yang melakukan hal yang sama yang dilakukan Microsoft. Saat Sony membeli Ericsson di awal 2012, perusahaan Jepang itu hanya membeli sebesar $1.5 milyar (Rp15 trilyun). Nokia sendiri pernah menjual divisi Vertu seharga $260 juta.

Walaupun demikian, uang senilai $1 milyar (Rp10 trilyun) bukanlah jumlah yang besar di dunia industri. Dilansir dari GSM Arena, Facebook membeli Instagram senilai Rp10 trilyun walaupun perusahaan itu hanya memiliki 13 pegawai, sementara Nokia memiliki 32 ribu pegawai.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge