0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sejumlah Korban Kericuhan Suporter Dirawat di RS

Korban kericuhan suporter diturunkan dari tribun penonton. (Dok.Timlo.net/ Aryo Yusri Atmaja)

Solo —  Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’aarif Piyungan, Bantul, Yogyakarta bernama Arif Rahman Hidayatullah (19) menjadi korban kericuhan suporter saat pertandingan Persis Solo melawan PSS Sleman di Stadion Manahan, Rabu (4/9) sore kemarin. Arif kini tergolek kritis di ruang ICU 9 Rumah Sakit (RS) Brayat Minulya, Solo.

Arif yang beridentitas warga Totogan RT 05 RW 05 Kelurahan Madurejo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta, diduga menjadi korban amukan suporter di tribun sisi timur Stadion Manahan saat pertandingan kemarin. Orangtua Arif yakni Fadelilah (50) dan Yunifah (46) menengaku kaget anaknya menjadi salah satu korban kerusuhan suporter sepak bola di Solo.

Kedua orangtua Arif yang berprofesi sebagai petani ini menceritakan bahwa anak semata wayangnya tersebut sama sekali tak berpamitan untuk nonton sepak bola sebelum adanya peristiwa naas itu. Orang tua Arif baru mendapat kabar bahwa anaknya dalam kondisi kritis di RS Brayat Minulnya Rabu malam.

“Arif sejak pagi hanya pamitan mau berangkat sekolah, tidak bilang mau menonton sepak bola di Solo. Saya curiga biasanya jam 4 sore sudah sampai rumah, tapi jam 5 saya tunggu belum juga pulang. Kemudian pukul 16.36 Arif pamit bahwa baru bisa pulang setelah Maghrib. Lantas ada sesorang yang menghubungi saya pukul 19.30 malam, dan kondisinya sudah di Rumah Sakit,” imbuh Fadelilah,” beber Fadelilah di RS Brayat Minulya, Kamis (5/9) siang.

Saat ditanya tentang keseharian Arif, sang ayah mengaku tidak begitu paham dengan perilaku anaknya sebagai seorang suporter sepak bola. Fadelilah hanya mengetahui anaknya punya kaos PSS Sleman di rumah. “Selama ini Arif tidak pernah pamitan dengan alasan mau nonton bola. Memang banyak kaus PSS di rumah dan sering dipakai, tapi saya tidak mengerti bisa sampai seperti itu. Saya sendiri tidak paham apa itu sepak bola,” tambah Fadelilah.

Saat ditanya mengenai beban biaya pengobatan anaknya, Fadelilah mengatakan tak tahu harus bagaimana menebusnya. Dirinya berharap ada pihak yang bisa bertanggung jawab dengan kejadian tersebut.

“Saya berharap ini yang terakhir kali dan sangat menyayangkan tindakan seperti ini. Tentunya kami sangat berterimakasih dengan pihak yang membantu dalam perawatan anak saya,” pungkasnya.

Berikut pasien korban bentrokan suporter Persis Vs PSS :

Rawat inap:

1. Arif Rahman Hidayatullah, Totogan RT 05/05 Kel Madurejo, Prambanan Yogyakarta (19) (ruang ICU)

2. Harry Sukma Pramana putra (23), Manahan Rt 003/005 Manahan, Banjarsari

3. Hariyanto Wibisono (29) Jalan Letjen Sutoyo 74 Rt 1/12 Genengan, Mojosongo, Solo

4. Abraham Esa Titaniko (22) Perum Boko Permata Sari, Prambanan

5. Yuneri Dwi Nugroho (20), Blobo Padas Rt 7/ Rw 5 Karang Anom, Klaten

Dua rawat jalan (sudah diperbolehkan pulang):

1. Dicky Arie Pradana (17) Rukeman Rt 003 Taman Tirto, Kasihan, Bantul

2. Gani Eka (16), Gamping, Sleman, Yogyakarta



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge