0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

PSS Pilih WO Karena Faktor Keselamatan

Panpel Persis: Pertandingan Masih Layak Dilanjutkan

Para pemain Persis merayakan kemenangan WO atas PSS. (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo —  Pertandingan sepak bola lanjutan Divisi Utama LPIS antara Persis Solo kontra PSS Sleman di Stadion Manahan, Solo akhirnya berakhir ricuh. PSS Sleman memilih untuk tidak melanjutkan pertandingan karena faktor keselamatan para pemainnya.

Tingginya tensi pertandingan sejak menit pertama, membuat kubu tim tamu PSS Sleman bermain dalam penuh tekanan. Pada menit ke 10, salah satu pemainnya Satrio Aji harus mendapat perawatan karena terkena lemparan benda dari tribun suporter.

Begitu juga dengan petasan yang berada di belakang gawang PSS yang dikawal Aji Saka. Dengan keadaan tersebut, PSS hanya sanggup bertahan hingga 45 pertama. Saat menuju ruang ganti, para pemain PSS dihujani lemparan botol air mineral, beruntung polisi Dalmas sanggup melindungi. Selang setengah jam kemudian, PSS akhirnya lebih memilih tak melanjutkan dan menerima hasil akhir pertandingan dengan WO.

Ketua panitia pelaksana (Panpel) Persis LPIS, Roy Saputra mengatakan bahwa pihaknya sudah menjamin keamanan untuk pertandingan babak kedua. Akan tetapi pihak PSS memilih untuk tidak melanjutkan. Padahal menurutnya, aparat keamanan yang mengawal jalannya pertandingan sudah bekerja dengan baik. Sekitar 300 personel kepolisian terjun untuk mengamankan jalannya Grande Partita tersebut.

“Sebenarnya masih sangat layak dilanjutkan dan saya jamin. Karena petugas keamanan bekerja dengan baik. Kami sudah membujuk tim PSS untuk melanjutkan, tapi tidak mau karena faktor keselamatan,” beber Roy, Rabu sore.

Menurut Roy, apa yang diterima para pemain Persis atas perlakuan suporter PSS di Sleman Juni lalu jauh lebih hebat daripada di Manahan sore tadi. Faktor jarak antara tribun dengan lapangan yang begitu dekat, ditambah keamanan yang setengah hati, membuat Persis sangat dirugikan kala itu.

“Ini lucu, dulu saat di Sleman terornya jauh lebih hebat dari ini. Tapi ini kok PSS tidak mau melanjutkan, padahal dulu pelipilis mata I Komang Putra harus sobek karena lemparan suporter PSS,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge