0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PAN Solo: Pembatasan Atribut Kampanye Tidak Sesuai UU Pemilu

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Solo, Umar Hasyim (Dok.Timlo.net/Daryono)

Solo — Terbitnya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 15 Tahun 2013 yang membatasi pemasangan atribut kampanye calon legislatif (caleg) menimbulkan pro kontra partai politik peserta pemilu di Solo. PKPU No 15 itu merupakan revisi atas PKPU No 1 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye.

Dalam PKPU No 15 itu disebutkan hanya parpol yang dibolehkan memasang baliho, billboard, reklame serta banner. Dalam pemasangan tersebut hanya dibolehkan satu unit untuk satu desa/kelurahan. Sementara, bagi calon anggota DPR, DPD dan DPRD hanya dibolehkan memasang spanduk dengan ketentuan satu unit pada satu zona atau wilayah yang ditetapkan pemerintah daerah.

Ketua DPD PAN Solo, Umar Hasyim mengatakan pembatasan atribut kampanye yang diatur dalam PKPU No 15/2013 tidak sesuai dengan Undang-Undang No 10 Tahun 2010 Tentang Pemilihan Umum yang mana menggunakan sistem suara terbanyak.

“Undang-undangnya kan suara terbanyak. Kalau suara terbanyak kan memancing caleg memasang spanduk dan baliho. Peraturan itu tidak match dengan UU yang mengatur suara terbanyak,”katanya kepada wartawan, Rabu (4/9).

Menurut Umar, pembatasan atribut kampanye sudah dilakukan melalui aturan pemerintah daerah dengan adanya peraturan walikota (Perwali). “Misalnya di white area kan nggak boleh. Itu saja kalau dilakukan benar-benar sudah membatasi gerak caleg,” ungkapnya.

Dengan adanya, PKPU No 15/2013 itu, akhirnya tidak ada motivasi individu untuk sosialisasi. Menyikapi itu, pihaknya akan meminta caleg-caleg PAN agar nantinya lebih banyak ke masyarakat. “Ini memang serba susah. Suara terbanyak kan mengajarkan kita kompetitif,” urainya.

Sementara itu, Ketua DPC Hanura Solo, Abdullah AA mendukung adanya PKPU No 15/2013 tersebut. Peraturan tersebut justru akan mendorong masyarakat untuk terjun langsung ke masyarakat.

‚ÄúPembatasan itu kan bagus untuk mendukung keindahan kota. Itu membuat para caleg bukan hanya pasang gambar orang saja, tetapi juga bermasyarakat. Kalau di Hanura kami sudah siapkan 51 titik di kelurahan,” terangnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge