0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Status Pintu Sasana Putra Belum Jelas

Mobil simpatisan mendobrak pintu Sasana Putra untuk mengevakuasi Raja Paku Buwono XIII
Mobil simpatisan mendobrak pintu Sasana Putra Keraton Kasunanan Surakarta hadiningrat untuk mengevakuasi Raja Paku Buwono XIII (Dok. Timlo.net - Dhefi Nugroho)

Solo — Proses identifikasi terhadap perusakan pintu Sasana Putra masih terus dilakukan. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng menjanjikan proses identifikasi selesai 2 hari lagi.

Kasi Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Cagar Budaya BPCB Jateng, Gutomo menjelaskan, saat ini tim dari BPCB masih melakukan identifikasi kerusakan pintu Sasana Putra pasca insiden pendobrakan beberapa waktu lalu. Seorang tim BPCB bersama dengan Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Solo tengah menganalisa berapa besar kerugian yang diderita.

“Proses identifikasi yang kami lakukan dengan memperbandingkan berdasarkan ciri-cirinya, apakah masuk dalam benda cagar budaya (BCB) ataukah tidak,” ketanya kepada wartawan, Selasa (4/9).

Saat ini, pihaknya belum bisa menyimpulkan hasil identifikasi yang tengah dilakukan. Hanya, ia memberikan gambaran bahwa proses identifikasi harus dilakukan secara seksama dan hati-hati.

Diketahui, pintu Sasana Putra di dobrak dengan menggunakan sebuah mobil model Jeep berwarna putih beberapa hari lalu oleh sekelompok masyarakat sekitar kawasan keraton. Kasus pendobrakan paksa tersebut hingga kini masih diproses pihak Kepolisian.

Terkait ciri-ciri yang dijadikan pembanding, ia melihat berdasarkan jenis, model ukiran dan bahan atau material pendukung. Dari jenis dan model ukiran, BPCB akan membandingkan dengan pintu-pintu masa lampau.

“Model pintu bisa diperbandingkan dengan pintu-pintu lain. Kalau misalkan pintu itu usianya baru beberapa tahun pasti modelnya lain dengan pintu kuno. Demikian dengan engselnya, pasti juga lain,” terangnya.

Dalam UU no. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, sebuah benda dikatakan sebagai BCB jika usia benda tersebut melampaui 50 tahun. Dalam UU tersebut, perusakan suatu BCB dapat dikenai sanksi hukum.

Artinya, jika pintu tersebut nantinya dikategorikan sebagai BCB, perusak pintu bisa dijerat dengan sanksi hukum. Namun jika pintu Sasana Putra tidak dikategorikan sebagai BCB, pendobrak pintu bisa terlepas dari tuntutan hukum.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge