0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kirab Boyongan, Sejumlah Pengendara Bingung

Boyolali–Ribuan masyarakat Boyolali memadati rute kirab budaya mulai dari Jalan Merbabu-Jalan Pandanaran-Jalan Duren hingga finish di Komplek Perkantoran Terpadu Kemiri Mojosongo. Mereka tampak antusias menunggu satu persatu peserta kirab yang melintas meski cuaca pagi tadi sangat panas. Kirab budaya sendiri diikuti 109 tim atau 14445 peserta.

Kirab budaya sendiri dimulai pukul 09.00 wib start di halaman Pendopo Kabupaten Boyolali lama. Kirab budaya ini diawali pasukan paskibraka, diikuti empat kereta kencana, paling depan dinaiki Bupati Boyolali Seno Samudro dan Ketua DPRD Slamet Paryanto, dibelakangnya jajaran Muspida. Setelah itu, pasukan prajurit Keraton Surakarta beserta dua kebo bule.

Yang menarik dari kirab budaya dan mendapat perhatian lebih dari masyarakat adalah rombongan TNI Polri yang mengeluarkan mobil panser, water canon, barakuda dan gegana. Menariknya lagi, kendaraan tersebut ditumpangi anak-anak dan masyarakat. Keberadaan kendaraan dinas ini diikuti sertakan dalam kirab sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan masyarakat.

“Baru pertama kali naik panser, senang,” ungkap Andi pelajar SD sambil tersenyum.

Selain itu, juga ada perwakilan dari 19 kecamatan yang menampilkan potensi wilayah masing-masing. Seperti hasil pertanian dan kerajinan icon kecamatan. Lebih banyak ditampilkan peserta  kirab dengan kostum batik carnival. Kostum batik karnival yang unik dan menarik membuat penonton berebut untuk berfoto. Akibatnya, jalanya peserta kirab sering kali harus tertahan menunggu penonton selesai foto.

Disisi lain, sejumlah penguna jalan kebingungan mencari jalan alternatif, pasalnya jalur masuk ke kota dan beberapa titik ruas jalan yang ditutup oleh petugas. Seperti di perempatan Tegalwire, arus dialihkan ke Jalan Tape. Kondisi terparah terlihat di Jalur alternatif Boyolali-Klaten yang kemacetan parah. Kirab budaya sendiri baru berakhir pukul 15.00 WIB.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge