0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pertandingan Persis Lawan PSS Sleman Memakan Korban

Korban kericuhan suporter diturunkan dari tribun penonton. (Dok.Timlo.net/ Aryo Yusri Atmaja)

Solo — Pertandingan antara Persis Solo Kontra PSS Sleman di Stadion Manahan, Rabu (4/9) sore memakan korban luka. Tercatat, sedikitnya lima orang korban luka-luka dilarikan ke RS Brayat Minulyo.

Pantauan Timlo.net, saat kejadian situasi yang terjadi di dalam stadion tampak mencekam. Korban yang sebagian juga merupakan suporter Pasoepati juga mendapat pukulan dari suporter lain yang mengira mereka adalah suporter dari PSS Sleman.

“Situasinya mencekam, kisruh, tak ada yang tak tahu siapa yang memukul,” terang salah seorang korban yang dilarikan ke Rumah Sakit Brayat Minulya. Abraham Nico (15) kepada wartawan.

Pria asal Prambanan tersebut menjadi korban pemukulan oleh para suporter Pasoepati karena dirinya dianggap sebagai suporter dari kubu yang berbeda.

“Ya niatnya pengen nonton juga bareng teman saya. Saat itu, saya ditanyai asal rumah saya oleh segerombol pria. Tapi belum sempat menjawab saya sudah dipukul,” terang pria yang mendapat jahitan di kepalanya tersebut.

Sementara itu, salah seorang suporter dari New PSS Sleman, Syarif (20) yang dibawa oleh Polisi untuk diamankan di rumah sakit hanya  mengalami sedikit luka lebam akibat bogem mentah di sekitar muka. Dia bersama keempat temannya dilarikan petugas, karena dikhawatirkan akan menjadi sasaran kemarah suporter Pasoepati.

“Saat bola hampir memasuki gawang, saya berteriak gol, lalu ada seorang pria yang menanyai saya dan meminta KTP saya. Sehingga terjadi perkelahian, beruntung saya diamankan petugas,” terangnya.

Ditempat yang sama, Menteri Sosial DPP Pasoepati Muhammad, Mohammad Badres mengatakan dirinya menyesalkan terjadinya rusuh suporter yang mengakibatkan jatuh korban, baik itu dari kedua kubu suporter maupun penonton biasa.

“Mungkin masih ada korban di luar perawatan medis di RS. Ini kami sedang mendatanya. Sementara dari RS Brayat Munulyo, terindentifikasi satu korban adalah penonton biasa,” jelasnya.

Tercatat sebanyak tujuh korban jatuh dalam pertandingan tersebut, diantaranya Haryono Wibisono (19) Mojosongo, Harry Sukma Pramana Putra (23) Banjarsari, Gani Eka (15) Bantul, Dicky Arie Pradana (17) Bantul, Yuneri Dwi Nugroho (15) Klaten, Candra (17) Prambanan dan Abraham Nico (15) Prambanan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge