0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Harga Ampas Singkong Lebih Mahal Ketimbang Gaplek

Tuwanto, membolak-balikkan onggok di halaman rumahnya. Saat ini, harga satu kilogram onggok mencapai Rp 2.000. (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Jika harga gaplek dan singkong basah di tingkatan petani wilayah Wonogiri mengalami penurunan, tidak demikian halnya dengan onggok atau ampas pati singkong. Harganya cenderung stabil, malah saat ini melebihi gaplek dan singkong basah itu sendiri.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DispertanTPH) Wonogiri Safuan melalui Kabid Tanaman Pangan Tri Luwarso, harga singkong basah basah antara Rp 600 – Rp 700. Kalau kering atau berupa gaplek sekitar Rp 1.500 sampai Rp 1.700. Range harga tersebut berlaku untuk tingkatan petani ke pedagang. Sedang, Kepala Desa Jatisari Jatisrono, Teguh Subroto berkata, harga singkong basah berada di level Rp 500 untuk satu kilogramnya.

Kondisi yang berkebalikan terjadi pada onggok. Onggok yang merupakan sisa atau ampas pati singkong justru stabil harganya. Saat ini satu kilogramnya berada di harga Rp 2.000.

“Dua ribu rupiah itu untuk yang kering, Mas. Kalau yang basah sekitar Rp 320 satu kilonya,” ungkap Tuwanto Ketua RT 1/ RW 3 Dusun Gadungan, Desa Nambangan, Selogiri yang juga pengepul onggok, Rabu (4/9).

Dijumpai di kediamannya, Tuwanto menjelaskan, onggok dibeli dari pabrik pengolahan tepung tapioka dalam kondisi basah. Selepas itu dikeringkan selama sekitar 2 sampai 3 hari saat kemarau seperti sekarang. Jika kondisi onggok sudah kering, pelaku usaha pemasok pabrikan akan membelinya.

“Yang mengambil biasanya pemasok bahan campuran di beberapa industri. Onggok itu bisa untuk campuran asbes, saos sambal, obat nyamuk, bodi fiber sepeda motor, atau bisa buat campuran pakan ternak padatan (konsentrat) itu,” papar pensiunan Kepala KUA Bulu Sukoharjo tersebut.

Tuwanto mengaku tidak bekerja sendirian dalam proses pengeringan onggok. Puluhan tetangganya ikut membantu, dan mereka mendapatkan bagi hasil pula dari selisih harga beli dan penjualan onggok.

“Lumayan bisa buat tambahan penghasilan. Apalagi tidak perlu repot-repot keluar duit, cukup mengeringkan di halaman rumah masing-masing,” ujar salah satu tetangga Tuwanto yang tidak bersedia menyebutkan namanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge