0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bangun Gedung, PGRI Karanganyar Potong Gaji Ribuan Guru

Karanganyar — Sejumlah guru di Karanganyar mengeluhkan pungutan uang yang dilakukan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) setempat. Pungutan tersebut digunakan untuk membiayai pembelian tanah dan pembangunan gedung PGRI Karanganyar yang baru.

Surat edaran dari PGRI Karanganyar yang diterima para guru berisi permintaan sumbangan dana pembangunan gedung PGRI yang baru. Para guru wajib menyetorkan dana yang besarannya bervariasi antara Rp300.000 – Rp2 juta. Misalnya, anggota PGRI non fungsional diminta menyetorkan uang senilai Rp 300.000. Sementara anggota PGRI yang mempunyai jabatan strategis di lingkungan Disdikpora Karanganyar diminta menyetorkan uang senilai antara Rp1 juta-Rp2 juta.

“Tahu-tahu ada surat edaran yang berisi permintaaan sumbangan untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung PGRI yang baru,” ujar seorang guru yang enggan disebutkan namanya saat ditemui wartawan di Karanganyar, Selasa (3/9).

Menurutnya, sebaiknya pungutan uang yang digunakan untuk pembangunan gedung DPRD Karanganyar segera dihentikan. Semestinya, PGRI Karanganyar tak membebani anggotanya dengan pungutan uang untuk membangun gedung baru.

“Mohon segera dihentikan karena sangat membebani guru, terutama yang guru honorer, kasihan mereka,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge