0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anton Gunawan Kurang Setuju Kenaikan Suku Bunga

Uang Baru (Dok. Timlo.net)

Timlo.net — Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Anton Gunawan menyatakan kurang setuju dengan langkah Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan BI Rate 50 basis poin (bps) dari 6,5 persen menjadi 7 persen.

“Menaikkan BI Rate bukan satu-satunya instrumen yang bisa digunakan BI,” kata Anton di Komisi XI DPR RI, Selasa (3/9).

Bank sentral sudah menaikkan BI rate dalam tiga fase. Pertama pada 13 Jun 2013, BI menaikkan BI rate sebesar 25 bps dari 5,75 persen menjadi 6 persen. Pada 11 Juli 2013, BI kembali menaikkan BI rate sebesar 50 bps menjadi 6,5 persen. Pada 29 Agustus 2013 lalu, BI kembali menaikkan BI rate sebesar 50 bps menjadi 7 persen.

“Untuk kenaikan BI rate pertama bisa saya anggap untuk mengatasi inflasi. Tetapi untuk naik berikutnya dengan alasan untuk menghambat inflasi, sudah tidak layak lagi,” ucap Anton.

Menurut Anton, langkah BI menaikkan suku bunga acuan bakal memberi dampak sangat luas kepada industri perbankan. Sebab, tidak hanya bank-bank besar yang terimbas kebijakan tersebut, bank skala kecil pun tak luput dari dampaknya.

“BI rate kalau dinaikan terlalu tinggi. Yang tentunya akan terkena perbankan yang kecil akan menimbulkan ketidakstabilan yang lain lagi. Kalau mereka kewalahan. Bukan tidak mungkin lay off (pemecatan) akan terjadi. Jadi harus hati-hati benar,” tutup Anton.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge