0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-gara Misuh, Romanus Dipolisikan

Sragen — Kejadian ini dapat dijadikan pelajaran bagi siapa yang suka omong sembarangan melebihi batas sopan santun, atau menuduh orang melakukan sesuatu tanpa ada bukti yang nyata.

Seperti yang dialami Romanus Tri Poerwanto (41), warga Dalangan, Tulung, Kabupaten Klaten ini. Gara-gara melontarkan kata-kata yang tidak sopan membuatnya harus berurusan dengan polisi.

Kejadian ini sebenarnya sudah berlangsung pada pertengahan Juli 2013 lalu. Namun, baru dilaporkan oleh korban, Bernadita Retno Nugroho Wijayanti alias Nonik (41) ke pihak berwajib belum lama ini.

Warga Gondangrejo, Desa Tegaldowo, Kecamatan Gemolong, Sragen ini terpaksa melaporkan Romanus karena tidak tahan mendengar kata-katanya yang sungguh sangat menyakitkan dan menghina martabat diri dan keluarganya.

Kejadian berawal ketika korban sedang berada di rumah tiba-tiba didatangi oleh terlapor. Tanpa ada alasan yang jelas terlapor langsung mengeluarkan kalimat yang tidak pantas. Menurut pengakuan Nonik, terlapor waktu itu mengatakan, “As* kowe anak lon***, lihaten ra suwe modar kowe!!”

Kalimat tersebut diucapkan terlapor di hadapan orang banyak sehingga membuat Nonik malu karena harga dirinya diinjak-injak. Awalnya Nonik tidak masalah dengan perlakuan itu, tetapi setelah dirasa-rasa, ternyata kalimat tersebut sangat menyakitkan hatinya. Apalagi telah menyingung diri dan keluarganya, terutama ibunya, Lestari (64) yang ikut kebawa-bawa masalah antara dirinya dan terlapor.

Dengan ditemani ibu dan saudaranya, Winarsih (20), warga Tapen, Gilirejo, Kecamatan Miri akhirnya melaporkan pelapor ke kantor polisi dengan tuduhan penistaan atau perbuatan tidak menyenangkan.

Perbuatan tidak menyenangkan lainnya juga dialami Siti Ruchayah (44) warga Cantel Wetan, Srgen Tengah. Dia melaporkan Pranoto Aji (25) warga Sarirejo, Karangtengah, Sragen, karena telah melakukan penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan terhadap dirinya.

Awalnya, sewaktu pelapor membersihkan ruang depan sebuah Pondok Islamic Center, Taman Agung, Kelurahan Nglorog, mendadak datanglah pelaku yang pandangannya langsung tertuju ke sebuah kamar tidur salah satu pondok yang terbuka. Melihat gelagat tersebut pelapor bertanya, “Kamu akan mencuri apa?”

Mendengar kalimat tersebut pelaku langsung naik pitam dan langsung mendorong korban. Tidak terima, pelapor membalasnya dengan memukul pelaku mengenai pundaknya. Mendapati sambutan yang tidak simpati seperti itu, pelaku pun langsung memukul pelapor hingga mengenai mukanya. Tidak hanya itu, pelaku juga mengambil kotoran dan melemparkannya ke arah teras pondok yang baru saja dibersihkan pelapor.

Selanjutnya dengan ditemani salah seorang pengurus pondok sebagai saksi, H Muslih Mustofa (55), mereka akhirnya melaporkan perbuatan penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan tersebut ke Polres Sragen, Senin (2/9).



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge