0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seleksi Anggota KPU, Moh Yamin: Tidak Terima Titipan!!!

Ketua Panwaslu Sragen, Slamet Basuki (kiri) terlihat serius mengerjakan tes tertulis selelksi calon anggota KPU Sragen di Auditorium RSPD Sragen. (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Ketua Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen, Moh Jamin mengungkapkan, pihaknya tidak akan menerima titipan dari partai atau pihak tertentu dalam melakukan seleksi calon anggota KPU Sragen.

Hal ini ditegaskan Yamin menanggapi kabar adanya calon titipan yang sengaja dipasang untuk diloloskan sebagai anggota KPU Sragen. Yamin secara tegas tidak akan menolelir hal tersebut. Ia justru balik mencurigai bahwa oknum yang dititipkan kepada panitia untuk diloloskan dalam proses seleksi tersebut terindikasi tidak memiliki kesiapan untuk bersaing secara objektif bersama peserta lainya.

“Kami seluruh panitia seleksi calon anggota KPU Kabupaten Sragen sudah berkomitmen. Tidak akan peduli dengan titipan dan intervensi dari pihak mana pun. Hasil ujian seleksi yang akan menjadi pedoman kami,” tegas Yamin kepada wartawan ketika ditemui di sela-sela pelaksanaan kegiatan ujian tertulis di Auditorium RSPD Sragen.

Sementara itu, dalam seleksi yahap tes tertulis yang diselenggarakan di Auditorium RSPD Sragen, Senin (2/9), sejumlah nama yang terlihat mengikuti ujian seleksi tertulis calon anggota KPU Sragen terlihat muka-muka lama yang sebelumnya pernah menjadi anggota KPU.

Sebut saja Agus Riewanto, yang saat ini juga masih menjabat sebagai Ketua KPU Sragen. Kemudian Edi Suprapto, Ngatmin Abbas dan Setiyadi, ketiganya juga masih menjabat Anggota KPU Kabupaten Sragen. selain itu juga terlihat Ketua Panwaslu Kabupaten Sragen Slamet Basuki dan Anggota Panwaslu Kabupaten Sragen Heru Cahyono. Slamet Basuki sendiri sebelumnya juga pernah menjadi Ketua KPU Sragen. Nama lainnya yang tidak asing bagi warga Sragen, seperti Ketua KNPI Kabupaten Sragen, Dodok Sartono dan pengacara Sumingan A Prabowo Utomo.

“Ada 48 peserta yang mengikuti ujian tertulis. Dari hasil ujian terbaik akan diambil 20 peserta untuk mengikuti tes kesehatan dan wawancara,” kata Yamin.

Dia menambahkan, dari 20 peserta yang lolos itu, nama-nama peserta juga akan kembali diumumkan ke media massa. Pada saat itulah, masyarakat dihimbau untuk memberikan masukan untuk dijadikan pertimbangan bagi panitia tim seleksi.

“Masukan dari masyarakat ini akan kita klarifikasi kepada yang bersangkutan (Peserta seleksi) pada saat pelaksaan ujian wawancara,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge