0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ratusan Pendekar Tato Tarung di Taman Budaya

Solo Skin Art Exhibition (SSAE) #2 di taman Budaya Jawa Tengah. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Seni rajah tubuh atau yang populer disebut dengan tato makin digandrungi oleh kawula muda. Berbagai desain dan warna di sajikan untuk memperindah tampilan tato di atas permukaan kulit.

Seni tato sendiri sebenarnya sudah ada sejak lama, dan dipakai oleh suku-suku pedalaman di Indonesia ataupun belahan dunia lain untuk menunjukkan golongan serta kasta.

“Penikmat tato semakin tahun mulai bertambah. Pasalnya, stigma masyarakat yang menilai tato sebagai hal yang miring mulai tergerus. Bukan berarti pemakai tattoo memiliki moral yang kurang baik. Melainkan, kami hanya ingin menunjukkan sebuah seni lain dengan media diatas kulit,” terang panitia acara Solo Skin Art Exhibition (SSAE) #2, Ezra Ariansyah saat ditemui Timlo.net, Selasa (3/9) sore.

Dijelaskan, acara yang diadakan kali kedua ini makin memantabkan bahwa seni rajah tubuh makin dilirik. Tak hanya sebagai hobi, melainkan telah menjurus keranah yang lebih luas lagi terutama dalam ranah bisnis.

“Untuk tahun ini pesertanya lebih banyak dibandingkan tahun kemarin. Hal ini membuktikan, bahwa para pehobi tato dan orang yang terjun dalam usaha tindik dan rajah tubuh semakin banyak,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang artis tato asal Surabaya, Denny mengatakan bagi dirinya tato merupakan sebuah seni tubuh yang mengandalkan konsentrasi tinggi dan tidak mentolerir kesalahan, meski hanya sedikit. Karena, media yang digunakan bukanlah benda mati melainkan kulit yang masih merasakan sakit.

“Menurut saya, tato ini sebuah karya seni klasikal yang mendapat sentuhan modern. Dalam pengerjaannya, tidak boleh ada kesalahan sedikitpun. Karena berhubungan dengan kepuasan dan rasa sakit yang dilalui oleh orang yang menjalani proses tato,” terangnya.

Dalam acara SSAE #2, lanjut Ezra, juga ditampilkan sejumlah lomba tarung desain tato yang diikuti oleh 164 artist tato dari berbagai kota diseluruh Indonesia. Acara yang digelar di Pendapa Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) tersebut akan digelar selama dua hari, yakni Selasa (3/9) dan Rabu (4/9).

Anda punya tato? Asal jangan tato gambar salju ya!



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge