0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Amankan Harga, Bulog Buru Kedelai Lokal

kedelai (dok.timlo.net/)

Solo — Perum Badan Urusan Logistik Subdivisi Regional (Bulog Subdivre) III Surakarta belakangan mulai gencar memburu komoditas kedelai lokal di sejumlah daerah sentra produksi. Hal itu dilakukan sebagai upaya pengamanan harga, mengingat saat ini nilai jual kedelai impor cenderung melambung.

Penyerapan kedelai sendiri, menurut Kepala Bulog Subdivre III Surakarta, Edhy Rizwan, sementara ini cenderung difokuskan di wilayah Wonogiri. Setidaknya ada tiga tempat yang saat ini dalam pengamatan pihak institusi, yakni Bangunharjo, Gambiranom dan Baturetno.

“Jadi kami sudah meninjau beberapa lokasi dan diperkirakan panen antara pertengahan September sampai akhir. Di Rejosari Gambiranom luasan panen ada sekitar 25 hektar, sedangkan di Bangunharjo ada sekitar 23 hektar,” ungkapnya, ketika ditemui wartawan di kantor setempat, Selasa (3/9).

Dengan harga pasar yang relatif tinggi sebesar Rp 7500 perkilogram hingga Rp 8000 perkilogram, pihak Bulog Subdivre III Surakarta berharap mampu menyerap sekira 5 ton hingga 10 ton kedelai petani. Mengingat harga beli yang dipatok pemerintah berdasarkan SK Permendag Nomor 25 sebesar Rp 7000 perkilogram untuk kedelai lokal.

“Memang yang jadi masalah kondisi harga. Namun, kami akan tetap berusaha. Kami punya rencana begitu panen akan beli kedelai asalan, baru nanti kami olah,” kata Edhy Rizwan.

Sementara untuk pemasarannya sendiri, nantinya pihak Bulog akan menjual komoditas kedelai lokal ke Primer Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti). Namun, tidak menutup kemungkinan pula institusi akan memasarkannya langsung ke perajin tahu dan tempe.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge