0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Singkong Wonogiri Anjlok Hingga Rp 500 Perkilo

Singkong hasil panenan warga Bulusulur, Wonogiri. (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Memasuki masa panen raya di bulan September ini, harga singkong basah di Wonogiri anjlok. Satu kilogramnya hanya diharga Rp 500 dari semula Rp 700.

Padahal masa panen raya tahun kemarin, harga paling rendah adalah Rp 600. Sedang, saat ini belum mencapai masa puncak panen raya.

“Di tataran petani yang menjual ke pedagang, cuma Rp 500 per kilonya. Turun sudah 3 hari ini. Tahun kemarin saja waktu puncak panen raya harga terendah Rp 600,” kata Kepala Desa (Kades) Jatisari Kecamatan Jatisrono, Teguh Subroto melalui telepon, Selasa (3/9).

Sakimin (68) warga Bulusari, Desa Bulusulur, Kecamatan Kota mengiyakan soal penurunan harga singkong basah. Satu lahan garapannya dibeli dengan sistem tebas oleh pengepul, harga per kilonya dirata-rata hanya Rp 600. Menurun dari informasi yang diterimanya pekan kemarin yang sampai Rp 750 per kilonya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DispertanTPH) Wonogiri Safuan melalui Kabid Tanaman Pangan Tri Luwarso membenarkan saat ini petani mulai memanen singkong. Bulan September ini diprediksinya merupakan masa panen raya singkong. Dari 25 kecamatan yang ada, keseluruhannya merupakan basisi tanaman singkong di Wonogiri.

“Harga basah antara Rp 600 – Rp 700 . Kalau kering atau berupa gaplek sekitar Rp 1.500 sampai Rp 1.700. Itu harga dari petani ke pedagang, ” jelas Tri.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge