0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Maret 2014, AMKRI Gelar Pameran Furniture Internasional

Produk Kerajinan Rotan (Dok. Timlo.net/ Sahid)

Solo — Sebagai negara besar, seharusnya Indonesia bisa menjadi leader untuk industri mebel dan kerajinan di kawasan regional ASEAN. Dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah, sumber daya manusia dalam jumlah besar dan semakin kondusifnya iklim investasi di negeri ini, adanya rencana untuk meningkatkan target pertumbuhan ekspor produk mebel dan kerajinan nasional mencapai US$5 miliar pada 5 tahun ke depan mestinya bisa tercapai. Untuk meningkatkan kinerja ekpsor yang ditargetkan tersebut, pemerintah diharapkan mendukung penuh upaya meningkatkan daya saing industri furniture di tingkat global dengan tepat.

Adanya upaya dari berbagai pihak untuk membenahi dan memperbaiki kondisi di sektor industri mebel dan kerajinan nasional sangat diperlukan guna membangun pertumbuhan yang optimal di sektor ini. ”Kami meyakini apabila sektor industri ini cukup mendapat perhatian dari semua pihak terutama dari pemerintah sebagai regulator yang paling berkompeten, industri ini akan tumbuh sehat dan sangat berarti untuk penyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar selain sebagai penghasil devisa negara yang dapat diandalkan. Kami optimis dalam 5 tahun ke depan nilai ekspor industri ini bisa menjadi barometer di kawasan ASEAN khususnya,” kata Ir Soenoto, Ketua Umum Asosiasi Mebel Kayu dan Rotan Indonesia (AMKRI).

Sejak kelahirannya, AMKRI pada tahun 2007 telah bertekad untuk dapat memajukan industri mebel dan kerajinan nasional agar tampil di pentas nasional maupun internasional yang diawali dengan pembenahan dari aspek regulasi pemerintah yang harus memihak kepada semangat pertumbuhan industri, sehingga hal itu dapat membangun semangat untuk memacu meningkatkan perekonomian Indonesia, khususnya di sektor industri dan perdagangan.” Untuk itu, kami bermitra dengan pemerintah dan mitra strategis lainnya dalam rangka memajukan industri mebel dan kerajinan nasional,” jelasnya.

Diselenggarakannya pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) pada bulan Maret 2014 akan dapat mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas produsen mebel dan kerajinan nasional sehingga dapat menghasilkan produk-produk unggulan yang memiliki nilai tambah optimal dan dapat menjadi market leader di pasar global. Di sisi lain, akan terbangun citra positif di tingkat internasional bahwa Indonesia adalah negara penghasil produk mebel dan kerajinan terbaik di dunia.

IFEX akan mempertemukan peserta pameran dan pengunjung dari Indonesia dan seluruh dunia, menampilkan produk berkualitas tinggi dengan desain unik yang mencerminkan keindahan alam Indonesia dan keterampilan pengrajinnya.

Acara ini akan berlangsung di dua tempat pameran terbesar dan paling modern di Jakarta. JIExpo akan menyelenggarakan pameran pada 11-14 Maret 2014 yang memberikan pengunjung berbagai pilihan mebel kayu, rotan dan mebel bambu untuk ruang tamu, ruang makan, kamar tidur, ruang keluarga, serta mebel untuk anak-anak. Sementara itu, JCC (Jakarta Convention Center) akan menampilkan mebel dapur, kerajinan, mebel dari panel dan interior rumah pada periode 12-15 Maret 2014. Akan disediakan transportasi antar jemput bagi seluruh peserta dan pengunjung IFEX untuk memberikan kenyamanan pada mereka.

“Kami amat gembira untuk memperkenalkan IFEX ke pasar mebel internasional. Dengan pengalaman puluhan tahun berhasil mengorganisir pameran mebel internasional, kami siap untuk menyelenggarakan acara yang lebih besar yang akan menjadi one-stop-solution untuk pembeli yang mencari berbagai macam desain yang inovatif. Mulai dari importir untuk hotel, perwakilan department store, interior desainer, dan siapapun yang terlibat di sektor mebel akan menemukan sesuatu yang mereka butuhkan di IFEX 2014,”  ujar Chris Eve, Senior Vice President UBM Asia.

UBM Asia adalah penyelenggara pameran komersial terbesar di Cina, India dan Malaysia. Dengan kantor pusat di Hong Kong dan anak perusahaan di seluruh Asia dan di Amerika Serikat, UBM Asia telah beroperasi di 25 kota besar. Pameran mebel internasional yang diselenggarakan oleh UBM meliputi Furniture China, INDEX India dan Malaysia International Furniture Fair (MIFF). IFEX diselenggarakan bekerjasama dengan AMKRI (Asosiasi Mebel Kayu dan Rotan Indonesia) serta mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan instansi pemerintah yang terkait lainnya.

IFEX berlangsung pada saat peningkatan nilai ekspor untuk sektor mebel Indonesia tumbuh. Indonesia memiliki lebih dari 6.000 perusahaan mebel menengah dan kecil, pasar domestik yang tumbuh cepat dan diversifikasi yang naik terutama pada kelas menengah. Bahkan, penjualan domestik mebel dan perabotan rumah tangga diperkirakan mencapai lebih dari US $ 700 juta per tahun, sedangkan ekspor mebel mencapai US $ 2,2 miliar pada 2011.

Dengan didukung oleh kebijakan pemerintah yang mendorong industri mebel, pasokan berbagai bahan baku yang konsisten, keahlian produsen, pasar domestik yang berkembang, dan fasilitas ekspor-impor terpadu, Indonesia memiliki semua elemen sebagai pusat industri mebel dan kerajinan strategis. Hal ini membuat IFEX sebagai pameran yang tidak mungkin dilewatkan oleh para pembeli dan pemerhati mebel dalam rangkaian pameran mebel di Asean. (*)



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge