0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Dapat Izin, 5 Anggota DPRD Solo Batal ke Cina

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo, Honda Hendarto (dok.timlo.net/daryono)

Solo —  Lima anggota DPRD Solo batal melakukan pendampingan pameran ke Nanning, Cina pada 3-6 September 2013. Batalnya pendampingan pameran itu lantaran tidak mendapat izin dari Menteri Dalam Negeri.

Kelima legislator yang sedianya berangkat ke Negeri Tirai Bambu tersebut, satu unsur pimpinan DPRD yakni Wakil Ketua DPRD Supriyanto dan empat Anggota Komisi III yaitu Kusrahardjo, Muhammad Al Amin, Budi Prasetyo dan Budi Purwanto. Kelimanya seharusnya berangkat 30 Agustus lalu untuk mendampingi pameran sejumlah pengusaha yang difasilitasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Komisi III tidak diijinkan ke Cina oleh Mendagri karena berdekatan waktunya dengan kunjungan Komisi I dan IV yang juga melakukan pendampingan ke luar negeri. Komisi I ke Cina dan Komisi IV ke Malaysia, waktunya hampir bersamaan,” kata Ketua Komisi III, Honda Hendarto kepada Timlo.net, Selasa (3/9) di gedung dewan.

Disampaikan Honda, sesuai aturan yang ada, kunjungan pimpinan dan anggota DPRD ke luar negeri harus mendapat persetujuan dari Mendagri. Pendampingan pameran ke Nanning tahun ini sedianya merupakan yang ketiga kalinya. Dengan batalnya pendampingan oleh kalangan dewan, Disperindag hanya berangkat dengan sejumlah pengusaha yang mengikuti pameran.

Disinggung manfaat pameran ke Nanning tersebut, Honda mengatakan pihaknya menilai keikutsertaan pengusaha Kota Solo dalam pameran tersebut cukup bagus terbukti dengan respon yang positif usai mengikuti pameran. “Faktanya memang ada peningkatan transaksi ke luar negeri. Saya kira perlu untuk terus disuport dalam mengangkat perekonomian pengrajin untuk berkiprah di tingkat internasional,” tuturnya.

Tidak hanya ke Nanning, tambah Honda, Disperindag juga dijadwalkan akan melakukan pameran ke India pada Oktober mendatang. Untuk keperluan pameran tersebut, di APBD Perubahan dianggarkan tambahan anggaran pameran ke luar negeri senilai Rp 287 juta.

“Kunjungan ke luar negeri itu sudah dianggarkan di APBD 2013 murni. Namun karena untuk transportasi dan fluktuasi nilai dolar, ada penambahan di APBD Perubahan. Totalnya anggaran pameran ke luar negeri plus penambahan di APBD Perubahan sekitar Rp 600 juta,” bebernya.

Awalnya, pameran ke luar negeri direncanakan ke Cina dan Dubai dengan alternatif Cina dan India. Namun, kemudian disepakati ke India setelah Cina.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge