0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rupiah Terpuruk, Pasar Komputer Tak Terusik

NOTEBOOK-Model memamerkan notebook baru keluaran salah satu vendor komputer di ajang pameran komputer Apkomindo di Diamond Solo Convention Center, beberapa waktu lalu (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo — Terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) belakangan ini rupanya tak begitu berimbas negatif pada pasar komputer Soloraya.

Seperti diakui salah seorang pelaku usaha komputer, Eko Lestiawan, meski rupiah melemah, namun sejauh ini pasar komputer tak begitu terpengaruh. Pasalnya, kini kebanyakan transaksi yang dilakukan pedagang dengan pihak distributor rata-rata sudah menggunakan rupiah.

Tercatat hanya ada dua atau tiga vendor saja yang saat ini transaksinya masih menggunakan mata uang dollar. Khusus untuk vendor tersebut, pelemahan rupiah telah berdampak pada kenaikan harga jual produk komputer di kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu dari kondisi normal.

“Harga ada yang pakai USD, ada yang pakai rupiah. Harga laptop dari brand-brand besar hanya ada dua atau tiga saja yang pakai USD, selain itu sudah pakai rupiah. Kalau yang pakai USD memang ada kenaikan, tapi kalau yang transaksinya pakai rupiah harganya cenderung tetap,” beber Eko Lestiawan, baru-baru ini.

Kendati demikian, pihaknya pun tetap optimistis pasar komputer akan berjalan dinamis. Berkaca dari tren serupa sebelumnya, meski rupiah sempat loyo, namun penjualan produk komputer tetap stabil.

Di lain pihak, menyikapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Solo, Yunianto, menyatakan pelaku usaha lebih memilih sikap waspada. Dengan fluktuasi rupiah seperti sekarang, pelaku usaha komputer cenderung waspada untuk transaksi yang nilainya besar.

“Secara pasar, bulan ini tetap bulan-bulan ramai. Tantangan kami hanya di fluktuasi rupiah,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge