0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rivalitas Pasoepati dan BCS

Rudy Jamin Laga Persis Vs PSS Aman

Persis Vs Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (21/4). (Ilustrasi) (Dok.Timlo.net/ Aryo Yusri Atmaja)

Solo — Sebuah laga penuh rivalitas dan emosional akan tersaji di Stadion Manahan, Rabu (4/9) besok. Ya, lanjutan Divisi Utama LPIS mempertemukan tuan rumah Persis Solo melawan PSS Sleman. Laga ini kerap berlangsung dalam tensi panas, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Bukan hal yang baru hubungan suporter Persis Laskar Pasoepati tidak harmonis dengan pendukung PSS Sleman yakni Brigata Curva Sud (BCS). Kedua suporter ini selalu bentrok dalam dua pertandingan terakhir yang dilangsungkan di Stadion Maguwoharjo Sleman. Bulan Mei 2012 dan terakhir Juni lalu, kericuhan kedua suporter pecah di markas PSS Sleman.

Kini giliran Persis Solo yang menjadi tuan rumah menjamu PSS Sleman, disinyalir Pasoepati bakal melakukan pembalasan mengingat laga di Sleman 9 Juni lalu, para pemain Persis mendapat perlakukan buruk oleh BCS. Saat berada di lapangan, benda-benda seperti batu, petasan, botol air mineral berisi air kencing, hingga sebuah botol bir melayang ke kubu Persis Solo.

Akibatnya, kepala kiper Persis I Komang Putra bocor akibat ulah oknum BCS kala itu. Bahkan bus yang membawa rombongan pemain Persis dilempari oleh suporter PSS, dan membuat kaca samping pecah. Akan menjadi tugas berat bagi otoritas keamanan di Kota Solo maupun Panpel saat menyambut laga Persis kontra PSS Rabu besok.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo kepada sejumlah wartawan di Stadion Sriwedari, Senin (2/9) mengatakan, laga Persis Solo melawan PSS Sleman bakal berjalan dengan aman dan lancar. Pria yang akrab disapa Rudy ini menjamin tidak ada aksi pembalasan oleh suporter Persis kepada PSS.

“Tidak akan terjadi ajang balas dendam di Solo. Akan saya koordinasi dengan pihak PSS dan juga kedua kubu suporter untuk saling menjaga demi kebaikan persepakbolaan negeri ini. Sepak bola Indonesia tidak akan maju kalau seperti itu selalu terjadi,” terang Rudy.

Sementara menanggapi kejelasan nasib Persis dalam keikutsertaannya di kompetisi LPIS, Rudy memaklumi keadaan klub berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut tidak akan sanggup melanjutkan hingga kompetisi rampung.

“Sudah ada kesepakatan bahwa ini musim terakhir mengikuti kompetisi LPIS. Karena musim depan harus melebur jadi satu. Keadaannya saat ini, saya juga memaklumi bahwa tidak ada finansial yang menduku. Jadi, misalnya nanti setelah melawan Sleman mereka berhenti juga tidak masalah,” pungkas Rudy.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge