0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perangkat Desa Lakukan Pungli Sertifikat Prona

Sragen — Masyarakat di Desa Sambirejo, Kecamatan Plupuh, Sragen merasa kesal dengan ulah dua orang perangkat desa (perdes) yang ditengarai melakukan pemungutan terhadap program sertifikasi tanah nasional (Prona).

Para warga yang mengurus sertifikat Prona mengaku ditarik pungutan antara Rp 500.000 hingga Rp 3.000.000 oleh dua orang kepala dusun (Kadus) di Desa Sambirejo.

Kedua Kadus tersebut Mulyono dan Sumarno, saat meminta biaya prona berdalih, uang akan digunakan sebagai dana pengurusan sertifikasi tanah. Namun hingga jangka waktu cukup lama sertifikat yang dijanjikan hingga kini belum juga jadi.

Salah satu warga Dukuh Mrakean, Desa Sambirejo, Sutikno (35), mengaku terpaksa mengungkapkan sepak terjang Kadus Sumarno, yang pernah meminta uang pelican kepadanya sebesar Rp 3.000.000 untuk mengurus sertifikat.

Mereka terpaksa buka suara karena sudah tidak tahan dengan kelakuan kedua Kadus yang tidak hanya ingkar janji, namun juga terus meminta uang pelicin dengan dalih mempercepat keluarnya sertifikat.

Sutikno terkejut ketika beberapa waktu lalu ada pembagian sertifikat Prona dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sagen secara gratis. Ironisnya, mendapati enyataan tersebut Sumarno bukannang tambahan takut, tetapi kabarnya malah meminta uang tambahan lagi kepada Sutikno.

Aksi pungli juga dilakukan oleh rekannya, Kadus Mulyono. Salah seorang warganya juga mengaku pernah dimintai oleh Mulyono uang sebesar Rp 500.000 untuk pengurusan Prona. Namun hingga dua tahun, sertifikat tersebut tidak kunjung jadi.

Sementara itu, Kadus Sumarno ketika dikonfirmasi mengelak jika dituding telah melakukan pungli sertifikat tanah. Dia juga membantah memungut biaya senilai Rp 500.000 hingga Rp 3.000.000. Dia mengatakan, apa yang dilakukannya sudah sesuai prosedur.

“Itu bohong. Saya bekerja sesuai prosedur,” katanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge