0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kekeringan, 5 Kecamatan di Wonogiri Belum Bikin Perkiraan Kebutuhan Air

tangki air bersih (dok.timlo.net/)

Wonogiri — Sedikitnya 5 kecamatan terdampak kekeringan dan krisis air bersih di Wonogiri belum menyerahkan perkiraan kebutuhan air. Atas hal ini, Pemkab setempat meminta kelimanya segera membuat laporan soal perkiraan itu.

Data dari Dinas Sosial (Dinsos), ada 8 kecamatan yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih. Di antaranya, Kecamatan Manyaran, Eromoko, Pracimantoro, Paranggupito, Giritontro, Giriwoyo, Batuwarno dan Nguntoronadi. Dari kesemuanya, baru tiga kecamatan, yakni Kecamatan Eromoko, Pracimantoro, dan Giritontro yang telah menyerahkan kebutuhan air bersih.

Kepala Dinsos Wonogiri, Suwartono, Senin (2/9) di kantornya, mendesak kelima camat segera membuat laporan soal perkiraan kebutuhan air bersih. Pasalnya, ditunggu segera untuk mengetahui kebutuhan dari keseluruhan kecamatan. Setelah itu Dinsos segera mengajukan anggaran untuk memenuhi kebutuhan air. Sesuai rencana, anggaran diusulkan dari biaya tak terduga (BTT).

Terpisah, Camat Eromoko, Danang Erawanto mengatakan harga air bersih di desa terjauh, Basuhan, mencapai Rp. 190.000 per liter. Selain menyampaikan kebutuhan air bersih, pihaknya minta bantuan mobil tangki ke Pemkab Wonogiri.

Senada, Camat Giritontro, Joko Waluyo, berujar, tandon air bersih warga sudah habis. Mau tidak mau warga harus membeli air melalui mobil tangki.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge