0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sepanjang Agustus, Solo Alami Inflasi 0,45%

Harga beras di pasar mulai naik (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo —  Kota Solo lagi-lagi mengalami inflasi. Setelah pada Juli 2013 lalu mencatat inflasi sebesar 3,91 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 134,63, kali ini Kota Bengawan membukukan inflasi 0,45 persen sepanjang Agustus 2013.

Inflasi ini, menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo, R Bagus Rahmat Susanto, disebabkan adanya kenaikan harga-harga yang ditunjukkan oleh naiknya IHK. Kelompok pengeluaran yang mengalami angka kenaikan IHK, yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,86 persen.

“Selanjutnya diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,52 persen, kelompok sandang 0,85 persen serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,65 persen,” tambahnya kepada wartawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/9).

Sebaliknya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau turun 0,12 persen. Demikian pula untuk kelompok kesehatan turun sebesar 0,26 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga turun 0,04 persen.

Lebih lanjut R Bagus Rahmat Susanto mengungkapkan, ada delapan komoditas yang cukup dominan mendorong inflasi, yakni bawang merah, beras, tarif listrik, angkutan antarkota, daging sapi, tomat sayur, cabai merah dan kentang.

Inflasi Kota Solo sebesar 0,45 persen ini sedikit lebih tinggi ketimbang proyeksi Bank Indonesia. Sebelumnya, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Arif Nazaruddin, memerkirakan pada Agustus 2013 Kota Solo bakal mengalami inflasi 0,21 persen.

Perkiraan inflasi sebesar itu didapat berdasarkan hasil survei pemantauan harga di pasar tradisional bulan lalu. Adapun beberapa komoditas utama yang cukup dominan memberikan andil inflasi, di antaranya daging sapi, beras dan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge