0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sering Diremehkan, Difabel Boyolali Sambat ke Dewan

Sejumlah penyandnag difabel mengadu ke DPRD Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Paguyuban Difabel Boyolali sambat atau mengadu ke DPRD lantaran merasa kurang diperhatikan. Mereka mengadu ke Ketua DPRD , Slamet Paryanto, karena sering diremehkan. Sementara ketua DPRD mengarahkan agar paguyuban dilegalkan secara organisasi dan diinisiasi Perda tentang difabel.

“Kalau ke kantor-kantor kita sering diasumsikan hendak mencari bantuan,” keluh Sapto ketua paguyuban difabel dihadapan Ketua DPRD, Senin (2/9).

Paguyuban yang dipimpin Sapto Priyono (45), mengeluhkan stigma yang masih melekat kepada mereka. Selain itu mereka juga mengeluhkan masih adanya diskriminasi bagi penderita difabel.

Tentu saja imeg tersebut dirasa sangat merugikan. Bagi para penderita difabel ini, mereka tidak jauh berbeda dengan warga lainnya. Menurut Sapto mereka juga cukup produktif dan bisa mandiri. Hanya saja selama ini mereka merasa belum diakui, sehingga bermaksud melegalkan organisasi kepaguyuban yang sudah ada. Paguyuban difabel sendiri saat ini mencapai 1000 lebih yang tersebar di semua wilayah. Tak hanya itu, di setiap kecamatan menurut dia juga sudah ada perwakilan, sehingga layak untuk ditingkatkan bentuk organisasinya tidak sekedar paguyuban saja.

Senada, Arifin (35) anggota paguyuban menambahkan, pihaknya juga berharap supaya Pemkab menyediakan akses khusus bagi difabel di setiap kantor publik. Selama ini pasalnya banyak bangunan pemerintahan yang belum dilengkapi dengan akses bagi difabel.

“Kami juga berharap dilibatkan dalam perencanaan, jangan sampai kalau sudah dibangun ternyata tidak dapat digunakan oleh kami, kan sia-sia,” tutur pria berkursi roda ini.

Sementara Ketua DPRD Boyolali, S Paryanto mendukung dibentuknya lembaga organisasi formal bagi para difabel, yakni Forum Komunikasi Difabel Boyolali. Selain itu pihaknya juga mendukung inisiasi Perda tentang difabel. Diharapkan dengan adanya Perda ini nantinya, kesetaraan pada difabel di semua bidang dapat lebih terjamin.

“Akan kami inisiasikan Perda tentang difabel, untuk akses layanan publik saat ini pembangunan kantor di komplek Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo juga sudah disediakan khusus bagi mereka,” imbuh Paryanto.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge