0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD Solo Coret Anggaran Parasol Galabo

Shelter baru Galabo (Dok. Timlo.net/Daryono)

Solo — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo kembali mencoret ajuan pengadaan parasol untuk kawasan kuliner Gladak Langen Bogan (Galabo). Pengadaan parasol senilai Rp 814 juta tersebut dinilai tidak memiliki manfaat dan rawan roboh.

Anggota Banggar yang juga Anggota Komisi III DPRD Solo Abdullah AA mengatakan, pengajuan pengadaan parasol telah dibahas di komisi III yang kemudian dilanjutkan pembahasannya di Banggar. Komisi III menilai desain parasol tidak memberikan manfaat yang berarti untuk Galabo.

“Kami sebelumnya sudah meminta desain ulang parasol itu sehingga parasol memiliki asas manfaat yang berfungsi sebagai pelindung hujan, bukan hanya sebatas ikon atau simbol kota. Karena itulah di pembahasan Banggar kemarin akhirnya dicoret,” katanya kepada Timlo.net, Senin (2/9) di gedung dewan.

Diakuinya, pihak UPTD Kawasan Kuliner sebelumnya telah memberikan desain ulang parasol. Hanya saja, desain ulang tersebut belum sesuai dengan yang diinginkan agar parasol memiliki asas manfaat. Namun, desain parasol itu hanya dirubah dari yang tingginya 12 meter diturunkan menjadi 9 meter.

“Kalau tingginya segitu kan ya tampu. Akhirnya kita minta bikin desain ulang lagi dan sampai saat pembahasan kemarin tidak muncul,” ungkapnya.

Disampaikannya, selama ini, anggaran pengadaan parasol sengaja ditahan oleh DPRD sebelum mendapatkan penjelasan sesuai yang diharapkan DPRD. “Dalam istilah penganggaran DPR memang anggaran itu kita beri tanda bintang. Artinya anggaran belum bisa dicairkan sebelum ada desain yang sesuai yang diharapkan,” jelasnya.

Senada, Wakil Ketua Komisi III Quatly Abdul Kadir Al Katiri membenarkan pencoretan pengadaan parasol. Pihaknya menilai konstruksi parasol kurang kuat sehingga membahayakan dikemudian hari. “Konstruksinya hanya satu tiang itu kan mudah roboh. Apalagi kalau ada angin kencang,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge