0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Salah Paham Soal Pasar Soekarno, Rapat Paripurna DPRD Ditunda

(Ilustrasi) Proyek Pembangunan Pasar Ir Soekarno Sukoharjo (Dok.TImlo.net/ Sahid B Susanto)

Sukoharjo — Rapat Paripurna Penetapan KUA-PPAS APBD Perubahan tahun 2013 di DPRD Kabupaten Sukoharjo, Senin (2/9) terpaksa ditunda. Penundaan tersebut menyusul terjadinya mis komunikasi antara legislatif dan eksekutif mengenai rencana kelanjutan penyelesaian proyek pembangunan Pasar Ir Soekarno Sukoharjo Kota menjadi proyek multi years.

Ketua Fraksi PKS yang juga merupakan Ketua Komisi II DPRD Sukoharjo Hasman Budiadi mengatakan, ada kesalahpahaman antara pihak legislatif dan eksekutif terkait pembahasan proyek Pasar Soekarno. Sejumlah fraksi DPRD diketahui belum melalui mekanisme pembahasan rapat fraksi terkait rencana perubahan proyek pembangunan Pasar Soekarno menjadi multi years tersebut.

“Rapat ini tertunda karena adanya mis komunikasi atau salah paham. Sesuai aturan, segala sesuatu termasuk proyek pembangunan Pasar Soekarno menjadi proyek multi years harus melalui rapat fraksi. Sementara sejumlah fraksi belum melakukan itu. Sehingga ditunda dulu, untuk mencapai kesepakatan,” ujar Hasman.

Hasman menjelaskan, sebelumnya rencana perubahan proyek pembangunan Pasar Soekarno menjadi multi years belum melalui rapat fraksi, lantaran DPRD mengira jika persetujuan perubahan status pelaksanaan proyek Pasar Soekarno tersebut baru akan di lakukan setelah penetapan KUA-PPAS.

“Ternyata pada saat penetapan KUA-PPAS, juga harus disepakati terkait rencana proyek pembangunan Pasar Soekarno menjadi multi years. Sehingga harus melalui rapat fraksi dulu. Momen ini juga kita manfaatkan untuk pengkajian dan konsultasi kepada pihak berwenang yakni Kemendagri. Sementara kalau nimonal anggaran sudah disepakati Rp 8,2 miliar sehingga tidak ada masalah,” jelasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge