0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pertanyakan Pembangunan Jembatan, Warga Gruduk Kades

Sejumlah warga Mundu, Tulung, Klaten saat mendatangi Kantor Kepala Desa setempat (dok.timlo.net/rori)

Klaten —  Proses pembangunan jembatan gantung yang berlokasi di Dukuh Dungus, Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Klaten hingga kini belum ada kejelasannya. Padahal bantuan dari pemerintah sudah cair sekitar Rp 136 juta. Terkait hal itu, puluhan warga, Senin (2/9) pagi mendatangi Kantor Desa Mundu untuk mempertanyakan kejelasan pembangunan jembatan gantung.

Menanggapi kedatangan warga, salah satu Perangkat Desa Mundu, Krisnanto mengungkapkan saat itu jembatan memang sudah dapat bantuan swakelola sebesar Rp 136 juta melalui Pemerintah Desa lama. “Bantuan masuk ke rekening desa, namun Kades lama Zaenuri hingga kini belum pernah melakukan kordinasi dengan perangkat desa,” ungkap Krisnanto.

Hal yang sama diungkapkan salah satu warga, Wardiyo (65). Sejak jembatan ambrol Pemkab Klaten sudah survei dan warga diminta buat proposal, namun sejak saat itu mantan Kades Zaenuri belum pernah mengumpulkan warga menjelaskan berapa dana yang sudah cair dan juga belum dibentuk panitia.

Sedangkan Camat Tulung, Rohmad Sugiharto, menjelaskan memang betul jembatan gantung Desa Mundu yang ambrol sudah mendapat perhatian yang luar biasa. “Usaha warga memang sudah dapat bantuan, namun saya tidak tahu berapa besarnya dan bagaimana proyeknya. Setahu saya, kalau dana sudah diambil dari Kepala BPBD Sri Winoto. Kalau tidak salah dananya sekitar Rp 130 juta,” ujar Camat Tulung.

Sementara itu, menanggapi dana pembangunan jembatan yang dipertanyakan warga, mantan Kades Mundu, Zaenuri, mengakui kalau dana pembangunan memang sudah cair. “Dana itu yang ambil saya bersama bendahara dan Kaur Pembangunan. Saat itu dana sudah saya sampaikan kepada Pak Wartono selaku pemborong. Menurut pihak pemborong, proses pembangunan jembatan tertunda terkait seling yang harus 600 meter padahal butuhnya hanya 100 meter, jd hingga kini belum dpt seling,” ungkap Zaenuri.

Agar permasalahan semakin jelas, hingga kini warga bersama Camat dan tokoh masyarakat Desa Mundu masih menunggu penjelasan dari pihak pemborong yang belum datang ke Kantor Desa.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge