0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sosok Ayah dalam Performance Art

Alam Setiawan dalam performance artnya. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Jika dalam keluarga kehilangan sosok ayah, dapat dipastikan harmonisasi dalam keluarga pastilah akan terjadi ketimpangan.

Itulah, sedikit gambaran yang dirasakan bagi Alam Setiawan, Mahasiswa Jurusan Seni Rupa Murni Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) Universitas Sebelas Maret (UNS) saat membawakan karyanya bertajuk “Tentang Ayah : Regenerasi” dalam acara Undisclosed Territory #7 yang diadakan di Laboratorium Performance Art Desa Plesungan, Karanganyar.

Karyanya tersebut diungkapkan dalam sebuah fragmen kedebog pisang. Dimana, dengan memakai busana serba putih, dirinya menyayat sedikit demi sedikit bagian pohon pisang hingga terpotong menjadi dua bagian. Setelah terpotong, dirapikannya potongan tersebut dengan sangat hati-hati dan menancapkan setangkai bunga mawar merah dibagian paling atas potongan tersebut.

“Kedebog pisang ini saya gambarkan sebagai bagian tubuh, utamanya pada bagian kaki ayah saya. Dimana, dirinya bertahan melawan sakit hingga kakinya diamputasi. Namun, tidak mampu menyelamatkan nyawanya,” papar mahasiswa yang duduk di semester akhir tersebut, Jumat (30/8).

Dijelaskannya, dirinya sangat mencintai ayahnya. Hingga akhirnya tumor ganas terus menggerogoti kaki sang ayah. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelamatkannya, namun meski sebelah kakinya telah diamputasi tetap tidak bisa menyelematkan nyawa ayah tercintanya tersebut.

“Kenapa saya umpamakan kedebog pisang? Karena saat pohon pisang ini dipotong menjadi dua, pastilah akan tumbuh terus. Selama dirinya belum mampu menghasilkan buah pisang, pohon itu akan tetap tumbuh, tumbuh dan tumbuh,” terangnya.

Meski begitu, kesedihan yang dituangkan dalam karya performance art tersebut mengundang simpati dan perhatian dari para seniman lain yang ikut dalam acara tersebut.

Seni pertunjukan yang berlangsung sekitar 20 menit tersebut mendapat apresiasi berarti dari sejumlah seniman performance art yang lain. Meski baru beberapa tahun berkecimpung didunia performance art namun, konsep dan pertunjukan yang diusungnya sangat mendalam berdasarkan pengalaman pribadinya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge