0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SBF 5 Diharapkan Mampu Menginspirasi Desainer Lokal

Busana rancangan Djongko Raharjo. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Penyelenggaraan even Solo Batik Fashion 5 (SBF) hari ketiga, Minggu (1/9) dimeriahkan dengan koleksi desainer kenamaan Kota Solo, Djongko Raharjo. Sebanyak 16 karyanya tampil memeriahkan event tahunan tersebut.

engan mengusung tema “Warisan” karyanya yang memadukan warna-warna cerah, yakni silver dan hijau mengundang decak kagum penonton yang memadati Halaman Balaikota Solo tempat dihelatnya acara tersebut.

Model busana cocktail, yang mengekplorasi motif batik dengan bahan cifon serta sutra tersebut mampu mengeluarkan aura positif sehingga menimbulkan kesan casual bagi para pemakainya.

Berbeda dengan karya Djongko Raharjo yang mengekplorasi warna-warna cerah. Riani, salah seorang desainer yang juga mengikuti even SBF 5, cenderung mengekplorasi warna-warna gelap dan terkesan mencekam. Dengan mengusung tema “Gothic” dirinya berimajinasi dengan menciptakan busana yang dominan dengan warna merah dan hitam.

Meski tanpa adanya pola yang dalam karya busana yang ia tampilkan, namun tetap terkesan casual,funky, dan trendy. Hal itu tampak dalam nuansa-nuansa gelap, berani dan tegas, sehingga muncul suasana yang romantis dalam karyanya itu.

Dimalam penyelenggaraan terakhir SBF 5 ini, juga dimeriahkan dengan penampilan sejumlah rumah mode yang berkecimpung di dunia batik, seperti Batik Jayakarta (Semarang), Pusat Batik Solo BTC (Solo) dan CBI Signature Collection (Jakarta). Tak ketinggalan penyanyi kenamaan Kota Solo, Sruti Respati memeriahkan acara SBF 5 dengan suara emasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Widdy Srihanto berharap agar penyelenggaraan SBF yang sudah menginjak kali kelima ini mampu menginspirasi desainer-desainer muda Kota Solo untuk membuat karya lebih baik lagi. Selain itu, Kota Solo yang telah dikenal sebagai kota batik juga mampu berkembang menjadi kota mode dengan mengekplorasi motif-motif batik yang telah ada.

“Kota Solo sudah dikenal luas sebagai penghasil batik kelas dunia. Tinggal memberi sentuhan mode untuk menciptakan busana-busana dengan motif batik agar lebih mendunia lagi,” ucapnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge