0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Proyek Galian C Dihentikan Oknum Dewan, Warga Ancam Lapor Polisi

Sukoharjo — Sejumlah warga Desa Mertan Bendosari resah, lantaran terdapat proyek galian C legal yang mendadak dihentikan tanpa alasan yang jelas. Dihentikannya proyek tersebut, pengusaha dan warga menanggung kerugian materi maupun non materi.

Pemberhentian itu diduga atas perintah dari oknum anggota DPRD Sukoharjo. Warga sempat menanggapi aksi pemberhentian proyek tanpa alasan tersebut dengan emosional. Namun, sejumlah tokoh masyarakat setempat mengarahkan untuk menyelesaikan polemik tersebut secara musyawarah.

Ironisnya oknum anggota DPRD yang bersangkutan dan diharapkan menjadi panutan di desa tersebut sulit untuk diajak bermusyawarah.

Harwanto alias Wawan warga Sawur RT 1 RW 11 Desa Mertan Bendosari membenarkan adanya keresahan warga Sawur atas permasalahan itu. Menurutnya, perintah penghentian operasional galian C bukan wewenang sepihak, terlebih tanpa alasan yang jelas.

Sementara isu yang berkembang, bahwa perseteruan tersebut diawali adanya perseteruan keluarga yang dilatar belakangi oleh perbedaan ideologi partai.

“Kami tidak nyaman dengan kondisi seperti ini. Apalagi ini menyangkut keluarga saya. Saya dianggap sebagai penyebab permasalahan ini. Padahal saya tidak ada hubungan dengan proyek galian C tersebut. Saya segera klarifikasi hal ini agar tidak merembet keresahan warga secara luas,” ujar Wawan.

Wawan menjelaskan, kejadian bermula saat dua warga Mertan yakni Andri dan Pujo menggarap proyek galian C di lahan milik Carik Nardi. Pekerjaan itu baru berjalan sekitar 1 minggu. Namun, mendadak pada Kamis (29/8) lalu melalui salah satu tokoh warga Mertan, proyek harus diberhentikan.

“Pemilik proyek Andri dan Pujo awalnya mengabaikan larangan tersebut karena mereka merasa tidak berbuat salah apalagi proyek tersebut sah dan berizin. Namun, oleh yang punya lahan, Pak Carik, minta berhenti karena takut. Usut punya usut ternyata larangan tersebut atas suruhan salah satu anggota DPRD Sukoharjo,” jelasnya.

Akibat penghentian pekerjaan proyek galian C itu, setiap harinya ada kerugian sekitar Rp 3 juta. Karena sewa alat backhoe dan gaji pekerja. Diketahui ada 5 lokasi galian C, yakni milik Punjul, Surya, Budi, pak Carik dan Karno putra. Namun, perintah pemberhentian hanya di tetapkan untuk proyek yang di garap oleh Andri.

Wawan pun berniat untuk melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian lantaran menyangkut nama baiknya yang pada kasus ini ditempatkan sebagaimana alasan pemberhentian proyek.

“Saya sudah siap melaporkan kejadian ini ke polisi agar tidak ada sikap arogan di desa kami, tapi pada malam kemarin saya mendapat laporan kalau galian boleh dibuka lagi. Alasan yang disampaikan pada saya karena galian tersebut tidak lapor pada anggota dewan tersebut, itu sangat aneh dan lucu. Apa mau minta bagian. Sistem ini yang harus diluruskan,” ungkap Wawan Minggu (1/9).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge