0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keinginan Warga Magersari Dapat SHM Ditolak Kerabat Keraton

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dihias janur saat acara Jumenengan, Selasa (4/6) (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Keinginan sejumlah warga yang tinggal magersari di tanah keraton untuk mendapatkan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas lahan yang mereka tempati mendapat penolakan dari kerabat keraton. Kalangan kerabat menilai keinginan warga tersebut tidak beralasan.

Salah seorang kerabat keraton, GPH Madukusumo menjelaskan, warga magersari yang tinggal di kawasan kompleks keraton tidak bisa mengklaim tanah yang mereka tempati dijadikan SHM. Alasannya, semua wilayah yang ada di dalam kompleks keraton semuanya dimanfaatkan oleh keraton.

“Wilayah mana yang tidak dimanfaatkan oleh keraton? Semuanya dimanfaatkan. Seharusnya warga magersari itu matur nuwun bisa tinggal di kawasan keraton,” katanya kepada wartawan, Sabtu (1/9).

Pria yang kerap disapa dengan Gusti Madu tersebut menyayangkan sikap warga yang minta lahan yang mereka tempati dijadikan SHM. Jika itu dilakukan, ia khawatir lahan milik keraton semakin terkikis.

“Lha kalau warga minta demikian, putra dalem juga minta hal yang sama,” ungkapnya.

Sebelumnya, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo telah memberi sinyal positif kepada warga magersari untuk mensertifikasikan tanah mereka. Sesuai dengan UU no. 5/1960 tentang Peraturan Dasar-dasar Pokok Agraria, dimungkinkan warga yang menempati tanah swapraja bisa mendapatkan SHM asalkan sudah tinggal di kawasan itu lebih dari 20 tahun.

Warga yang tinggal magersari di tanah keraton merupakan abdi dalem, keturunan abdi dalem dan kerabat keraton. Warga magersari menempati petak-petak kosong lahan di kawasan keraton dengan membangun rumah berukuran kecil dan tinggal secara berimpitan.

Lebih lanjut Madukusumo mengharapkan agar warga mengurungkan niatnya itu. Menurutnya, semua dilakukan demi eksistensi keraton pada masa yang akan datang. Ia juga berpesan kepada warga untuk tidak merasa khawatir, karena pihak keraton tidak akan merelokasi warga nantinya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge