0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Undisclosed Territory #7

Ini Makna Performance Art ‘Sweet Dream Sweet’

Performance art berjudul 'Sweet Dream Sweat' karya Melati Suryodarmo. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik.)

Karanganyar — Dua perempuan memakai penutup muka dan busana serba putih serta terikat satu sama lain mengawali performance art bertajuk ‘Sweet Dream Sweet’ karya Melati Suryodarmo dalam acara Undisclosed Territory #7 di Laboratorium Performance Art Plesungan, Desa Plesungan Karanganyar, Jumat (30/8).

Perempuan yang notabene menjaga ketertutupan serta kesucian tubuhnya, saat ini dinilai hanyalah sebagai kedok. Pasalnya, pakaian yang menutup aurat tubuh tersebut hanyalah dipergunakan sebagai pencitraan belaka, bahwa orang yang mengenakan busana tertutup merupakan orang yang bebas dari sebuah keburukan. Berbeda dengan kesucian hati serta perasaan yang dimiliki oleh wanita tempo dulu.

“Saya menyimbolkan bentuk wanita secara tertutup dalam bentuk fisik ini sebagai sebuah pencitraan semata. Padahal, di dalamnya penuh keburukan serta jauh dari hal positif seperti yang dikenakannya tersebut,” terang perempuan yang juga sebagai Ketua Panitia acara Undisclsed Territory #7 ini.

Melalui karyanya tersebut dirnya ingin mematahkan stigma, bahwa bentuk perempuan tertutup belumlah bisa dicap sebagai perempuan baik-baik. Berbeda, perempuan atau seseorang dengan penampilan apa adanya sesuai dengan jiwa dan keinginannya malah dicap sebagai orang yang miring.

“Di tempat kita berada, terkadang seseorang yang memakai pakain tertutup, bagus dan sebagainya itu dinilai sebagai sosok yang baik. Berbeda dengan sosok atau perempuan yang terbuka dan berpenampilan apa adanya malah dicap sebagai seseorang yang agak miring di masyarakat,” terang Melati.

Konsep performance art yang dia usung kali ini diinspirasi dari stigma masyarakat yang berkembang menyikapi kejadian tersebut. Bahkan, tidak sedikit dari orang tua yang memaksakan keinginannya untuk menutupi aib anaknya dengan memakai busana yang tertutup atau hanya sekedar meniru dari orang lain.

“Sebenarnya tidak dibenarkan, jika kita memanipulasi diri kita sendiri melalui penampilan. Melainkan, hati yang bersih dan perilaku yang baik itulah yang menjadi patokan seseorang,” ungkapnya.

Tak hanya berada di sekitar panggung. Kedua perempuan tersebut juga berkeliling untuk menyelaraskan kehidupan yang dia jalani dengan alam.

“Saya sengaja tidak memainkan performance art tersebut sendiri, namun menggunakan orang lain dengan karya saya untuk dipentaskan,” pungkasnya.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge