0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Apa Pengaruh Gula Darah Tinggi Terhadap Otak?

Senam dan Penyuluhan Diabetes Mellitus di RSI Amal Sehat, Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Timlo.net—Gula ternyata tidak hanya bisa membuat gigi Anda berlubang. Orang yang memiliki kadar gula darah yang tinggi, memiliki resiko terkena demensia 18 persen lebih besar bahkan jika mereka tidak menderita diabetes. Kesimpulan ini diperoleh dari sebuah penelitian baru di Universitas Washington.

Dalam penelitian itu, para peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki kadar gula darah saat berpuas sekitar 115 milligrams per deciliter (mg/dL) memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki gula darah normal. Gula darah normal saat berpuasa adalah 70 hingga 100 milligrams per deciliter (mg/dL); angka 101 hingga 125 diangap sebagai “prediabetes”; 126 and di atasnya dianggap sebagai diabetes.

Gula darah yang tinggi sekalipun tidak terlalu tinggi untuk dianggap sebagai gejala diabetes bisa merusak pembuluh darah di sistem syaraf pusat, kata peneliti dilansir oleh Men’s Health. Dan dalam kebanyakan kasus penderita Alzheimer dan demensia, gejalanya baru terasa setelah mereka memasuki usia 65 tahun atau lebih, karena itu mengontrol gula darah selama masa muda adalah hal yang penting, demikian kata peneliti Paul Crane, M.D., M.P.H.

Salah satu kebiasaan yang bisa menolong: berolahraga secara teratur. Dua belas minggu berolahraga, di mana setiap mingg berolahraga dari empat hingga lima kali bisa menolong orang menurunkan gula darah. Selain itu, berolahraga juga menolong meningkatkan fungsi otak dan memori kita.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge