0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Uang Baru Rp 1,5 Miliar Ludes Dalam 15 Hari

Teller BRI Cabang Wonogiri menunjukkan uang baru (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri —  Permintaan masyarakat terhadap uang pecahan baru menjelang Lebaran 1434 H di Wonogiri terbilang tinggi. Hanya dalam waktu sekitar 15 hari sudah sejumlah Rp 1,5 miliar uang baru ludes dari pihak bank dan berpindahtangan di masyarakat.

Setidaknya demikian yang terjadi di BRI Cabang Wonogiri dan Bank Mandiri Cabang Wonogiri. Di BRI sejumlah Rp 900 juta uang pecahan baru mulai Rp 2 ribuan, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu habis tertukar di masyarakat. Sedang di Bank Mandiri sekitar Rp 600 juta juga ikut ludes hanya dalam waktu 15 hari.

“Kami membuka pelayanan penukaran uang pecah baru sejak hari pertama puasa sekitar setengah bulan kemarin. Dari Rp 900 juta uang pecah baru sudah habis, dan baru kemarin datang lagi Rp 425 juta dari Bank Indonesia,” ungkap Pimpinan Cabang BRI Wonogiri Mizwarudin Nasution melalui Asisten Manajer Operasional Layanan (AMOL) Sukarno, Kamis (25/4).

Dijumpai di ruangannya, Sukarno menyebut BRI Cabang Wonogiri memang hanya memperoleh kuota uang pecahan baru dari BI Solo Rp 1,4 miliar. Jumlah ini pun harus dibagi untuk seluruh kantor cabang pembantu dan kas yang ada. Rinciannya, 30 kantor unit, 1 kantor cabang pembantu, 1 kantor kas, dan 13 teras BRI. Sebagai pembanding, tahun lalu pihaknya memperoleh jatah dari BI sebesar Rp 4 miliar.

“Sebagian besar yang menukarkan adalah bendahara instansi atau nasabah yang menarik dana dan minta uang baru. Kalau yang datang langsung hanya untuk menukarkan, masih jarang. Sementara ini pecahan yang paling banyak diminati adalah Rp 10 ribuan, kalau Rp 2 ribuan sangat minim peminat,” jelasnya.

Terpisah, Pimpinan Cabang Bank Mandiri Cabang Wonogiri, Pangestu Budi Ariyani menuturkan, sebanyak Rp 600 juta uang pecahan baru telah habis tertukarkan. Saat ini pihaknya tengah mengajukan permintaan terlebih dahulu ke Bank Mandiri Solo sebelum diteruskan ke BI. Namun belum diketahui berapa permintaannya.

“Masih dibahas lagi. Dibanding tahun kemarin memang ada pengurangan dari BI. Yang jelas kami tetap melayani nasabah dan umum, jika nanti uang yang dikehendaki ternyata sudah habis, akan kami tawarkan ke pecahan yang lain. Tapi misalnya memang sudah habis semua, ya kami terpaksa meminta ma’af. Sementara kalau menyarankan menukar di Bank Indonesia Solo kok ya kasihan jauhnya,” aku Ani, sapaan akrabnya.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge