0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terkendala SDM, Pengrajin Handycraft di Karanganom Lesu

Klaten – Selama ini pelaku usaha kerajinan miniatur (handycraft) masih saja kesulitan mencari tenaga kerja. Sehingga produksi handycraft bisa dibilang masih terkendala minimnya sumber daya manusia (SDM) yang ahli, khususnya dari generasi muda.

Hal itu diungkapkan Sofyan, Pengusaha handycraft asal Desa Blanceran, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Ia menambahkan untuk meregenarasi pengrajin selama ini cukup sulit. Hal itu menyebabkan ia enggan menerima pesanan dalam jumlah besar.

Dibantu ke tigabelas karyawannya, dalam sebulan Sofyan hanya bisa membuat replika kendaraan dari kayu sebanyak 600 hingga 1.200 unit. Padahal saat order naik terkadang pesanan mencapai 2.000 hingga 2.500 unit per bulan. “Saya tak bisa mengerjakan lantaran terbatasnya jumlah tenaga kerja. Terpaksa saya kerjakan sesuai kemampuan,” katanya kemarin.

Hal senada juga diungkapkan Parmin, pengrajin lainnya. Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pesanan, Parmin dan Sofyan terkadang memberlakukan jam lembur kepada tenaga kerja yang ada. Hasil produksi dari tempat itu didistribusikan ke Boyolali, Prambanan, Yogyakarta dan Solo.

Terpisah, Kepala Desa Blanceran, Bambang Heri Novianto membenarkan kondisi itu. Ia mengaku telah menerima keluhan terkait kurangnya tenaga kerja dari sejumlah pengarjin handycraft di desanya. “Saya akan segera melakukan koordinasi dengan para pengrajin handycraft lainnya,” ujarnya.

Menurut Bambang, di Desa Blanceran terdapat dua dukuh yang berpotensi sebagai pengrajin handycraft, yaitu Dukuh Wates dan Butuh. Kedua dukuh tersebut memberikan andil besar dalam Pendapatan Asli Desa (PADes), yakni Rp 20 juta per tahun. Hal ini diakui Bambang adanya peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge