0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ingin Dekat Dengan Rumah Tinggal

Pengungsi Merapi Tinggalkan Asrama Militer Dodiklatpur

Klaten – Ratusan pengungsi yang masih bertahan di Asrama Militer Depo Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam IV/ Diponegoro, Klaten, Kamis siang (6/1), memilih meninggalkan barak pengungsian.

Alasannya, mereka lebih memilih berpindah disekitar lokasi selter atau hunian sementara di kompleks Bumi Perkemahan Kepurun, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten agar lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Meski selter yang dipersiapkan bagi para pengungsi Merapi itu belum selesai.

Sejak pagi ratusan pengungsi warga Desa Balerante, Kecamatan Kemalang ini sudah mengemasi seluruh barang bawaannya. Setelah berpamitan dengan pihak TNI, yang telah memfasilitasi tempat pengungsian hingga sekitar 2 bulan lebih, para korban erupsi Merapi langsung meninggalkan barak pengungsian.

Mereka diangkut dengan menggunakan beberapa truk, serta berboncengan dengan sepeda motor. Tidak hanya orangnya saja, namun seluruh logistik yang masih tersisa juga ikut dibawa pindah. “Kami memilih pilihan untuk mendekati lokasi hunian sementara (selter) agar supaya pembangunannya segera diselesaikan,” tutur Suyitno salah satu pengungsi.

Sesampai di kompleks Bumi Perkemahan Kepurun para pengungsi langsung ditempatkan disejumlah gedung pertemuan. “Para pengungsi hanya berharap proses pembangunan selter bisa secepat mungkin diselesaikan, agar mereka bisa dengan tenang tinggal bersama keluarga masing-masing,” ujar Jainu, Kadus Desa Balerante.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge