0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tidak Ingin Kehilangan Kesempatan Emas

Kejar Harga Tinggi, Petani Cabe Nekat Panen Dini

Klaten – Harga cabe dipasaran saat ini terus melonjak tinggi hingga mencapai Rp 60 ribu per kilogramnya. Tidak ingin kehilangan kesempatan emas, petani cabe di Klaten memilih melakukan panen dini.

Petani cabe di Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten ini misalnya. Mereka nekat panen dini meski harga cabe hijau jauh lebih rendah daripada cabe merah.

Padahal jika mereka bersabar, sekitar setengah bulan lagi cabe sudah mulai memerah, dan harga cabe merah jauh lebih tinggi terpaut sekitar Rp 20 ribu per kilogramnya jika dibanding dengan harga cabe hijau.

Para petani cabe ini lebih memilih melakukan panen dini karena takut ancaman penyakit patek yang bisa beresiko gagal panen. Selain itu, meski harga cabe hijau lebih rendah, namun jika harga cabe dipasaran masih tinggi petani sudah mendapatkan untung yang cukup banyak.

“Terpaksa cabai kita panen meski masih hijau dari pada terserang penyakit patek yang saat ini mulai mengancam tanaman,” ujar Sidiq seorang petani cabe yang diamini beberapa petani cabe lainnya.

Sementara itu, harga cabe yang cukup tinggi saat ini memang menjadi berkah bagi petani cabe. Pasalnya, dengan menanam cabe setiap patoknya petani bisa mendapatkan hasil panen hingga 2 kwintal cabe, dengan harga cabe sebesar Rp 35 ribu perkilogramnya untuk cabe hijau, sehingga petani bisa meraup hasil panen hingga Rp 7 jutaan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge