0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Spanduk Provokatif di Perempatan Danukusuman

spanduk bernada provokatif di perempatan Danukusuman, Serengan, Solo (timlo.net - dhefi)

Solo – Suasana menjelang pemilihan Wakil Walikota (Wawali) Solo mulai hangat. Spanduk bernuansa provokatif yang memojokkan salah satu kandidat calon Wawali ditemukan di salah satu sudut Kota Solo.

Spanduk yang bertuliskan “Tolak Achmad Purnomo Sebagai Cawawali Solo” terpampang di perempatan Danukusuman, Serengan, tepat di sisi selatan ruas Jl Veteran, Solo. Spanduk tersebut dipasang oleh “Banteng Danu”, merupakan sayap kekuatan PDIP di Kelurahan Danukusuman.

Achmad Purnomo, diketahui sebagai salah salah satu Cawawali Solo yang telah mengikuti fit and proper test di DPP PDIP lalu. Rekomendasi dari DPP sendiri baru akan diumumkan pada 1-2 hari ini.

Saat ini, DPC PDIP Solo sedang mengambil rekomendasi dari DPP terkait siapa yang akan diloloskan menjadi calon Wawali. Selanjutnya hasil rekomendasi dari DPP nantinya akan dibahas oleh DPRD dalam sidang paripurna untuk memilih 1 nama sebagai Wawali Solo. Namun belum sampai pada tahap pengumuman rekomendasi dari DPP PDIP, sudah terjadi beragam persepsi dari massa akar rumput.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Solo Hadi Rudyatmo menilai pemasangan spanduk merupakan hal yang wajar dilakukan untuk menyalurkan aspirasi warga masyarakat. “Saya kira itu hal yang wajar. Ada yang memberikan pernyataan-pernyataan itu bebas. Wong negara demokrasi kok,” katanya kepada wartawan, Kamis (31/1).

Rudy, sapaan Walikota mengaku akan berkomunikasi pada kelompok-kelompok yang memasang atribut spanduk tersebut. “Ya akan kami komunikasikan saja,” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada simpatisan partai dari kalangan grassroot agar tetap menjaga suasana yang kondusif di lapangan. “Urusan Wawali serahkan saja pada DPP (PDIP). Saya berharap pada kader partai jaga soliditas,” tegasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge