0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PHRI Solo Komitmen Sinergikan Komponen Pariwisata

Pengukuhan BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo Periode 2013-2017, di Pendhapi Gedhe Balaikota Solo, Rabu (31/1) (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo kembali memantapkan komitmennya untuk menyinergikan komponen pariwisata setempat. Selain terus berupaya memperkuat komunikasi dengan pemerintah kota, organisasi ini juga berkomitmen memberdayakan dua sektor vital pariwisata, dalam hal ini hotel dan restoran.

Langkah konkret yang menurut Ketua PHRI Solo Abdullah Soewarno, bakal segera dilakukan dalam waktu dekat, yakni mengembangkan hotel nonbintang dan menyinergikan hotel bintang. Terkait hal ini, organisasi secara intensif akan melakukan pembinaan pada hotel nonbintang. Dengan harapan aktivitas usaha yang dilakukan bisa memenuhi standar perhotelan. Mengingat dalam operasionalnya, hotel nonbintang masih banyak yang belum dikelola secara modern.

Sementara khusus untuk hotel bintang, Abdullah Soewarno menyatakan, PHRI Solo nantinya akan memfasilitasi pembentukan forum komunikasi yang melibatkan para pelaku perhotelan setempat. Melalui pola demikian, diharapkan bisa terjalin sinergisitas antarhotel berbintang, sehingga bisa menekan aksi ‘perang’ pasar.

“Melalui forum komunikasi mereka bisa bertukar pikiran, sehingga bisa saling bersinergi tidak bersaing. Tentunya untuk sama-sama mendorong Kota Solo jadi kota yang menarik bagi wisatawan,” tandasnya kepada wartawan, seusai acara Pengukuhan BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo periode 2013-2017, di Pendhapi Gedhe Balaikota Solo, Rabu (31/1).

Adapun untuk jasa restoran sendiri, PHRI Solo rencananya juga akan melakukan sejumlah terobosan guna mengoptimalkan perannya di sektor pariwisata. Di antaranya dengan menjalin sinergisitas antar pelaku restoran di Kota Bengawan.

Sementara itu, Ketua PHRI Jawa Tengah, Heru Isnawan, mengatakan dalam upaya membangun industri pariwisata yang kuat, dibutuhkan peran oraganisasi dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM), tidak hanya di sektor perhotelan, namun juga di restoran.

“Peningkatan SDM harus jadi sesuatu yang dikedepankan, di antaranya bagaimana membangun perilaku. Ini harus jadi perhatian penuh dan kami berharap PHRI bisa menjembatani komunikasi antara pelaku wisata dengan pemerintah,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge