0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pungli Lurah dan Camat Ditangani Inspektorat

Ilustrasi (timlo.net - dhefi)

Solo – Inspektorat Kota Solo, Kamis (31/1) memanggil 5 camat dan 51 lurah berkaitan dengan dugaan praktek pungutan liar (Pungli) untuk pembuatan surat keterangan waris.

Kasus ini mencuat menyusul pengakuan AR (30), warga Jaten, Karanganyar. Ia mengaku bahwa dua orang saudaranya yang tinggal di Solo mengalami pungli saat hendak mengurus surat keterangan waris di kelurahan dan kecamatan.

Atas praktek tersebut, Walikota Solo Hadi Rudyatmo menyerahkan sepenuhnya pada Inspektorat. “Saya sudah meminta pada Inspektorat untuk melakukan pemanggilan lurah dan camat,” katanya kepada wartawan.

Namun, Rudy, sapaan Walikota masih enggan mengutarakan tindakan apa yang akan diambil pada Lurah dan Camat tersebut. “Sudah saya serahkan sepenuhnya pada Inspektorat,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Budhi Suharto mengungkapkan, semua bentuk pungutan yang tidak diatur dalam peraturan mengikat adalah ilegal. Terkait dugaan adanya pungli yang melibatkan lurah dan camat, Sekda meminta kepada masyarakat untuk menunjukkan pembuktian konkrit agar tidak menimbulkan fitnah.

Jika memang benar ada kasus seperti itu, ia menyerahkan sepenuhnya pada Inspektorat. “Yang berhak mengambil tindakan adalah Inspektorat,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Solo, Triyana mengaku, di dalam Perda tidak ada poin pungutan kepengurusan surat keterangan waris. “Tidak, tidak ada di dalam Perda,” terangnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge