0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puluhan Anak Keracunan, Orangtua Dikumpulkan

Para orangtua siswa SDN 1 Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten dikumpulkan pihak sekolah (dok.timlo.net/indratno eprilianto)

Klaten —  Puluhan orangtua siswa SDN 1 Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten dikumpulkan pihak sekolah, Rabu (30/1). Pertemuan itu sebagai klarifikasi mengenai kasus keracunan massal yang diderita puluhan siswa setelah mengkonsumsi minuman cepat saji yang diberikan PT Cokro Super Tirta Klaten sepekan lalu.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Polanharjo, Sutarno, mengatakan pihaknya tetap meminta pertanggungjawaban dari PT Cokro Super Tirta atas peristiwa keracunan massal yang menimpa 24 siswa SDN 1 Sidowayah pada Rabu (23/1) silam.

“Saya mewakili sekolah minta pertanggungjawaban dari PT Cokro Super Tirta Klaten, karena kami sebagai pihak yang dirugikan,” ujar Sutarno.

Sutarno mengatakan, klarifikasi ini sebagai momentum agar tidak ada yang dirugikan. Dengan musibah itu sebagai pembelajaran bagi pihak PT Cokro Super Tirta agar setiap menyelerenggarakan kegiatan selalu berkoordinasi terlebih dahulu.

“Kami sangat prihatin atas peristiwa itu. Untuk itu kami berharap jangan sampai timbul masalah baru dikemudian hari, jangan sampai berkepanjangan,” kata Sutarno.

Petugas Puskesmas Polanharjo, Ambar, menjelaskan sebanyak 24 siswa yang terindikasi keracunan akibat minuman cepat saji yang diberikan PT Cokro Super Tirta saat ini sudah dalam kondisi membaik setelah menjalani pemeriksaan ke PKU Muhammadiyah Delanggu.

“Sejauh ini semuanya sudah berangsur membaik. Namun jika ada yang masih mengeluh sakit diharap segera memeriksakannya ke dokter. Atau bisa konsultasi ke Puskesmas,” ujarnya.

Salah satu orang tua siswa kelas VI SDN 1 Sidowayah, Suhardi (45), mengaku jika anaknya, Rahmawati, masih lemah usai mengkonsumsi minuman cepat saji yang diberikan PT Cokro Super Tirta. Saat itu anaknya sempat pusing, mual dan suhu tubuh panas.

Manager PT Cokro Super Tirta, Ratna Djuita, mengatakan pihaknya meminta maaf atas peristiwa yang terjadi. Namun demikian PT tetap akan bertanggungjawab.

“Kami tetap akan bertanggungjawab dengan memeriksakan siswa sampai sembuh betul. Bagaimanapun juga ini menyangkut nyawa, maka dari itu kami tidak akan main-main. Sejak kejadian itu kami tetap memantau perkembangan kesehatan siswa,” ujarnya.

Sementara itu kasus keracunan yang menimpa 24 siswa SDN 1 Sidowayah tersebut masih dalam penanganan petugas Polres Klaten. Barang bukti sudah disita polisi dan dicek ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge