0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seks Ternyata Tak Bisa Turunkan Berat Badan

Diet tidak perlu menyiksa diri. (Dok:Timlo.net/Google Images.)

Timlo.net — Berat badan berlebih dan obesitas adalah dua momok yang kerap menghantui banyak orang dewasa ini. Sayangnya banyak informasi mengenai cara diet yang sebenarnya hanya berdasar pada mitos dan tidak didukung oleh dasar yang ilmiah. Bahkan informasi-informasi yang didapat dari penelitian medis tidak sepenuhnya benar.

Beberapa peneliti independen berusaha menguji informasi seputar berat badan yang selama ini beredar di masyarakat semisal bahwa berhubungan seks bisa membantu menurunkan berat badan karena membakar banyak kalori. Penelitian mereka dimuat dalam jurnal online New England Journal of Medicine edisi Kamis (31/1).

Hasilnya adalah beberapa informasi memang valid. Tapi sayangnya, beberapa penelitian lain tidak bisa mengungkapkan kebenaran karena terikat dengan sponsor penelitian. “Bukti adalah hal yang penting,” kata David Allison, pemimpin dalam penelitian ini yang juga adalah seorang biostatistician di Universitas Alabama di Birmingham, Inggris.

Misalnya soal informasi bahwa seks bisa membakar ratusan kalori per hari, tapi ternyata seks hanya bisa membakar 50 kalori dan hal itupun tergantung pada siapa yang paling aktif bergerak saat melakukannya.

Berikut informasi seputar penurunan berat badan yang ternyata adalah mitos:

Mitos 1: Perubahan kecil dalam diet kita atau olahraga ringan bisa menurunkan berat badan secara signifikan dalam jangka panjang

Fakta: Tubuh beradaptasi terhadap perubahan-perubahan, jadi langkah-langkah kecil untuk mengurangi kalori tidak punya pengaruh yang sama setiap waktu, demikain kesimpulan penelitian yang ada. Salah seorang ahli setuju bahwa konsep “perubahan kecil” berdasarkan pada aturan 3500 kalori yang terlalu disederhanakan. Aturan ini menyatakan bahwa membakar kalori sebesar 3500 bisa mengurangi bobot hingga 2,2 kg.

Mitos 2: Kelas olahraga di sekolah berdampak besar terhadap berat anak.

Fakta: Kelas olahraga di sekolah biasanya tidak lama, tidak cukup sering atau cukup intens untuk membuat banyak perubahan.

Mitos 3: Kehilangan banyak berat badan dengan cepat lebih buruk daripada kehilangan berat badan sedikit demi sedikit dalam jangka waktu yang panjang.

Fakta: Walaupun banyak orang yang diet mendapatkan berat badan mereka kembali. Tapi mereka yang mulai diet serta berhasil menurunkan banyak berat badan  akan memiliki berat badan yang lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya turun berat badan sedikit.

Mitos 4: Ngemil bisa menambah berat badan.

Fakta: Tidak ada penelitian berkualitas yang mendukung fakta ini, kata para peneliti.

Mitos 5: Sarapan teratur, cegah penurunan berat badan.

Fakta: Dua penelitian mendapati bahwa tidak ada efek  dari sarapan teratur terhadap penurunan berat badan. Salah satu penelitian menyimpulkan bahwa efeknya akan tergantung dari apakah orang dulu sering melewatkan sarapan atau tidak.

Mitos 6: Menetapkan tujuan turun berat badan yang sangat ambisius bisa membuat kita frustasi dan gagal dalam diet.

Fakta: Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa orang memang seharusnya memiliki target yang tinggi supaya bisa turun berat badan secara efektif.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge