0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puluhan Pendekar Tai Chi Beraksi di Kampoeng Tiongkok

Sejumlah pendekar Tai Chi sedang beraksi di Kampoeng Tiongkok, Solo Paragon Mall (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Puluhan pendekar Taijiquan atau yang lebih dikenal sebagai Tai Chi mempertunjukkan perpaduan antara seni pernafasan dan beladiri dari Negeri Cina dalam acara Kampoeng Tiongkok di Atrium Solo Paragon Lifestyle Mall, Rabu (30/1).

Meski usia mereka rata-rata kebanyakan sudah setengah baya lebih, namun dalam mengolah jurus-jurus Tai Chi mereka sangat lihai. Hampir setiap gerakan yang membutuhkan kekuatan pada otot kaki tersebut mereka tampilkan tanpa ada satu kekurangan.

Menurut Koordinator Tai Chi Kota Surakarta dari Sasana Tripusaka, Agus Sumarsono, Tai Chi merupakan bentuk seni beladiri yang dikembangkan kedalam senam kesehatan aliran halus. Dikarenakan gerakannya yang lembut tersebut, sehingga banyak yang mempelajari aliran tersebut adalah para orang tua. Namun tidak menutup kemungkinan banyak anak muda yang menyukainya.

“Gerakan Tai Chi ini sangat lembut serta dapat menenangkan pikiran, maka dari itu penggemarnya banyak usia lansia. Untuk anak mudanya beberapa ada yang suka, namun mereka kebanyakan lebih memilih disiplin ilmu Wushu dengan gerakan yang lebih atraktif,” ujarnya ditemui Timlo.net, di sela acara.

Dikatakan, gerakan Tai Chi mempunyai ciri khas yang membedakan dengan disiplin ilmu asal Negeri Tirai Bambu lainnya. Di antaranya adalah gaya Chen, gaya Yang, gaya Sun dan gaya Wu. Di antara semua gaya tersebut, yang paling terkenal adalah gaya Yang, gaya ini telah menjadi standar pengajaran Taichi ke seluruh dunia, yaitu lewat sebuah rangkaian gerak yang disebut Beijing 24 step atau Senam Tai Chi gaya 24.

“Dalam gerakan Tai Chi, setiap sasana mempunyai pedoman sendiri-sendiri. Meski begitu di antara semua gaya Tai Chi yang diajarkan yang terkenal adalah gaya Yang, yang terdiri dari 24 gaya dan telah mendapatkan standarisasi dari pemerintah Republik Rakyat China (RRC) sebagai bentuk baku untuk mengajarkan Tai Chi,” paparnya.

Agus juga mangatakan, dengan mengikuti latihan rutin Tai Chi dapat meningkatkan stamina serta kesehatan tubuh. Selain itu juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi, disamping beberapa penyakit berbahaya lainnya.

“Tai Chi ini merupakan seni beladiri, namun sekaligus juga dapat untuk menyembuhkan penyakit dan meningkatkan stamina seseorang,” jelasnya.

Ditambahkan,di Solo terdapat beberapa sasana yang mengajarkan disiplin ilmu Tai Chi. Di antaranya adalah Sasana Tripusaka, Sasana Hoo Hap, Sasana Hakka, Sasana PMS dan Sasana Teratai.

“Untuk yang tercatat sekitar lima sasana tersebut. Namun kalau di luar itu kemungkinan belum terdaftar,” ujarnya.

Melalui pertunjukan tersebut dirinya berharap agar Tai Chi lebih dinikmati serta memasyarakat di Kota Solo. Sebab banyak keuntungan yang terkandung apabila rutin mengikuti latihan yang diadakan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge