0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terkait Kasus Pembangunan Pagar Sriwedari 2008,

Pemkot Terbuka pada Upaya Penyidikan Kejari

Solo –- Pemkot bersikap terbuka pada upaya penyidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) atas dugaan penyimpangan pembangunan pagar di depan pendopo Sriwedari pada 2008 lalu. Pembangunan pagar tersebut diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang telah ditetapkan.

Penyidikan yang dilakukan oleh Kejari sudah mengarah pada permintaan keterangan 12 saksi yang berkaitan pada pembangunan pagar 5 tahun lalu. Kala itu, proyek pembangunan ditangani oleh Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) dengan menggunakan anggaran APBD senilai Rp 960 juta.

Dari sejumlah saksi yang diperiksa, diantaranya adalah Agus Djoko Wittiarso, yang saat itu menjabat sebagai Kepala DTRK Solo. Dirinya mengaku sudah menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan seputar proyek tersebut. “Sudah dipanggil Kejari. Kami sudah menyampaikan apa yang saya ketahui,” kata pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kota Solo itu kepada wartawan, Rabu (30/1) via jaringan telepon.

Saat ini proses penyidikan masih ada di tangan Kejari. Agus sendiri belum bisa berkomentar banyak terkait materi apa yang menjadi pertanyaan Kejari pada sejumlah saksi. Hanya, dirinya mengaku siap jika sewaktu-waktu dimintai lagi keterangan oleh Kejari terkait kasus itu.

Sementara, Walikota Solo Hadi Rudyatmo mengaku bahwa Pemkot terbuka dan bersikap kooperatif kepada upaya penyidikan Kejari. “Kalau sudah masuk dalam ranah hukum ya ditindak lanjuti,” terangnya.

Namun ia menilai, Pemkot tidak menyalahi RAB dalam proyek pembangunan pagar Sriwedari. Ia hanya menyebut masalah itu hanya terkait persoalan teknis saja. “Bukan menyalahi RAB, namun karena masalah keberadaan bangunan bank pasar yang dulu belum dipindah, dan pos polisi yang masih ada disana, itu saja. Kalau menurut saya itu hanya persoalan teknis di lapangan saja,” jelas Rudy, sapaan Walikota.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge