0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terapkan Face Detection.

Siswa dan Guru SMPN 1 Solo Tak Bisa Titip Absen

Kepala SMPN 1 Solo, Dra Sri Suwartinah MPd (dok.timlo.net/niza novita)

Solo – Sistem presensi di SMPN 1 Solo kian canggih. Jika dulu menggunakan sistem barcode, sekarang siswa, karyawan atau guru di sekolah tersebut menggunakan alat face detection. Kehadiran mereka di sekolah semakin terpantau.

Kelebihan alat face detection ini memberikan kemudahan presensi yang lebih akurat. Selain itu siswa tak bisa lagi membolos atau titip absen ke temannya. ”Dengan adanya sistem absen face detection jelas lebih akurat dan tidak bisa main titip. Kalau menggunakan kartu siswa ataupun guru bisa nitip temannya,” jelas Kepala SMPN 1 Solo, Sri Suwartinah saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (30/1).

Teknologi Integrated Digital School (IDS) yang mendukung sistem presentasi melalui deteksi wajah siswa dan guru ini, di Solo hanya diterapkan di SMPN 1 dan SMPN 4 Solo. Kecangihan sistem teknologi tersebut dilengkapi dengan SMS Gateway, sehingga wali murid dapat melakukan pengecekan nilai harian dan presensi serta pembayaran SPP hanya dengan mengirimkan SMS.

“Siswa tidak bisa lagi berbohong kepada orangtuanya karena dengan alat ini orangtua bisa mengecek secara langsung absen, biaya SPP dan nilai anaknya,” imbuh Suwartinah.

Community & Segmented Customer Solo, Dini Rinintia Sari mengatakan, teknologi ini merupakan program CSR dari PT Telkomsel. “Kami memberikan alat ini disekolah sebanyak 4 unit dengan LCD 42 inch untuk Mading (Majalah Dinding), dan 24 ini untuk presensi,” kata Dini.

Suwartinah, penggunaan alternatif lainnya selain dengan deteksi wajah, siswa nantinya juga akan dilengkapi dengan kartu magnetik yang berbasis pada teknologi Radio Frequency Identification (RFID).

Dalam tahap pendataan presensi guru, siswa dan karyawan, pihak sekolah hanya perlu memindahkan data dari absensi lama ke sistem absen yang baru. Selain itu siswa, ataupun karyawan direkam dulu raut matanya. “Tahap pendataan awal kita memfokuskan pada raut mata, dari atas tengah dan samping dari situ nanti ketika siswa akan absen tinggal mendekatkan wajah ke alat, secara otomatis data sudah masuk,” kata Teknisi IDS Telkomsel, Ahmad Ardian.

Sementara itu untuk pengaturan waktu batas maksimal absensi, telah diatur sebelumnya yakni pukul 09.00 WIB. “Kadang ada siswa yang lupa atau ngantri waktu datang, maka kita kasih kelonggaran batas maksimal sampai pukul 09.00 WIB. Jika nanti ada siswa yang absen di atas jam 09.00 WIB maka database siswa tidak masuk, jadi siswa tidak bisa melakukan absensi,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge